BOGOR – Tim nasional Indonesia kalah telak 0-4 saat bertemu Thailand pada final leg pertama Piala AFF 2020. Meski kalah besar, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan tidak kecewa.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menerangkan, kekalahan dari Thailand bisa dimaklumi. Sebab, Thailand tetap menggulirkan kompetisi saat pandemi Covid-19. Sementara itu, Liga 1 baru mulai bergulir pada 27 Agustus.

”Kompetisi di Indonesia baru bergulir 4 bulan. Makanya, waktu itu, saya minta pemerintah menggulirkan kompetisi meski sedang berada di tengah pandemi. Nggak apa-apa tidak ada penonton. Yang penting kompetisi berjalan,” ujar Iwan saat berada di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Waktu empat bulan itu dirasa kurang untuk membentuk timnas yang solid. Namun, pelatih timnas Shin Tae-yong (STY) berhasil membawa Evan Dimas Darmono dkk melaju ke partai final Piala AFF. ”Target STY sebenarnya lolos semifinal. Namun, sebagai ketua umum PSSI, saya ingin timnas lolos ke final. Anak-anak harus diberikan target tinggi supaya semangatnya terpacu,” tegas mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

Karena itu, Iwan Bule bangga kepada STY. Mantan pelatih timnas Korea Selatan itu bisa membawa skuad Merah Putih melangkah ke partai puncak Piala AFF 2020. Karena itu, Iwan memastikan posisi STY aman. ”STY kami kontrak dengan durasi 4 tahun. Kami mengerti dia tidak mungkin bisa instan membentuk timnas yang bagus. Apalagi, kompetisi Indonesia sempat vakum,” jelas Iwan Bule.

Meski begitu, PSSI akan mengevaluasi STY setelah perhelatan Piala AFF 2020 selesai. Dia ingin ada perbaikan supaya timnas bisa lebih baik. Sebab, setelah ini, Indonesia akan menghadapi empat ajang bergengsi. Yaitu, AFF U-22 (Februari), SEA Games 2022 Vietnam (Mei), kualifikasi Piala Asia 2023 (Juni), dan Piala AFF 2022 (Desember). ”Evaluasi bukan berarti mengganti. Tapi, mencari akar masalah kenapa timnas bisa kalah. Itu wajar,” terang Iwan Bule. (fiq/bas)