BARCELONA – Ferran Torres menjalani latihan pertamanya bersama FC Barcelona (30/12). Wide attacker yang diboyong dari Manchester City senilai EUR 55 juta (Rp 889,5 miliar) itu bukan hanya menambah variasi lini serang Barca. Melainkan juga menjadikan Barca tak ubahnya timnas Spanyol mini.

Bagaimana tidak. Ferran menambah daftar pemain Barca di skuad La Furia Roja—julukan timnas Spanyol. Melengkapi nama-nama seperti kapten La Furia Roja sekaligus gelandang bertahan Sergio Busquets, bek tengah Eric Garcia dan Oscar Mingueza, bek kiri Jordi Alba, dan bek kanan Sergi Roberto. Juga ada gelandang Pedri, gelandang Gavi, dan wide attacker Ansu Fati.

Praktis hanya posisi kiper dan striker dari Barca yang minus penggawa La Furia Roja. Nah, slot itulah yang kabarnya ingin diisi oleh entrenador Barca Xavi Hernandez.

Seperti dilansir media-media Spanyol seperti Diario AS dan Marca, Xavi kini membidik striker utama La Furia Roja yang membela Juventus, Alvaro Morata. Barca tengah menyusun proposal peminjaman untuk Morata dengan opsi dipermanenkan pada akhir musim senilai EUR 35 juta (Rp 565,6 miliar).

Yang bisa menjadi jalan bagi Barca, Juve bukan pemilik Morata. Klub raksasa asal Turin itu meminjam Morata dari Atletico Madrid. Relasi Barca dan Atletico terkait perpindahan pemain sedang bagus. Atletico beruntung ketika mendapatkan Luis Suarez musim lalu. Antoine Griezmann juga ”pulang” dari Barca musim panas lalu.

”Opsi yang bagus (Barca mendapatkan Morata, Red) karena tidak akan menuntut terealisasinya biaya transfer,” tulis Diario AS.

Yang mungkin jadi masalah adalah Juve juga masih membutuhkan Morata. Sepeninggal Cristiano Ronaldo, Morata merupakan andalan La Vecchia Signora di lini serang bersama Paulo Dybala. Selain itu, sebagai pemain yang mengawali karir profesional bersama Real Madrid, memilih bergabung dengan Barca bisa mengundang teror bagi Alvarito –sapaan akrab Morata.

”Aku yakin dengan perubahan di lini depan dengan kami telah memiliki Ferran saat ini, tim ini bisa lebih baik di paro musim kedua,” ucap Xavi di laman resmi klub.

Memiliki banyak pemain yang juga terkoneksi di timnas seolah mengulang memori Barca pada periode sukses 2010—2012. Kala itu, La Furia Roja yang memenangi Piala Dunia 2010 lalu Euro 2012 diperkuat setidaknya tujuh penggawa Barca. Termasuk salah satunya Xavi.

Di sisi lain, faktor yang membuat pemain Barca saat ini dominan di timnas juga tak bisa lepas dari sosok Luis Enrique. Entrenador La Furia Roja tersebut memang memiliki latar belakang sebagai legenda Barca. Keputusan mengejutkan pun dilakukan Enrique ketika dia tidak memasukkan satu pun pemain dari rival Barca, Real Madrid, dalam Euro 2020 yang berlangsung pada musim panas lalu.

Bahkan, Enrique terkesan melakukan gambling saat lebih memberikan kepercayaan kepada gelandang muda Pedri. Berkaca dari sukses Pedri yang berusia 20 tahun saat itu, Enrique kemudian melakukan hal yang sama pada Gavi yang masih berusia 17 tahun dalam final four UEFA Nations League 2020—2021. (io/dns)