PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) menyalurkan bantuan bedah rumah bagi masyarakat di sekitar Perusahaan, sebagai bentuk upaya mendukung pengentasan kemiskinan melalui penyediaan rumah layak huni. Penyerahan bantuan ditandai dengan peresmian masing-masing rumah oleh Manajemen PKT di setiap lokasi, pada Selasa (28/12/2021).

SVP Umum PKT Ardi Harto Mulyo mengungkapkan, bantuan bedah rumah tahun ini diperuntukkan bagi 8 warga di Kelurahan Guntung dan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, yang direalisasikan melalui program CSR yang mengakomodir perbaikan 2 rumah dan UPZ PKT yang mengakomodir perbaikan 6 rumah. Penerima bantuan terdiri dari 5 rumah di Kelurahan Guntung dan 3 lainnya di Loktuan dengan total anggaran senilai Rp450 Juta. “Setiap rumah mendapat bantuan senilai Rp55-60 Juta, tergantung perbaikan yang dilakukan,” kata Ardi.

Program ini merupakan wujud kepedulian PKT melalui penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat, sekaligus mengoptimalkan kontribusi dan manfaat Perusahaan di bidang sosial kemasyarakatan untuk mengatasi kesenjangan sekaligus menekan angka kemiskinan. Adanya bantuan ini diharap mendorong masyarakat lebih produktif, agar mampu menangkap berbagai peluang yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan. “Indikator dalam mengatasi kemiskinan itu kan banyak, salah satunya tersedianya rumah layak huni. Jika ini dipenuhi, masyarakat bisa diarahkan pada hal lain untuk perbaikan dan peningkatan ekonomi,” terang Ardi.

 

Ketua UPZ PKT Nur Sahid menambahkan, realisasi bantuan bedah rumah ini sebagai wujud implementasi UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Zakat, dengan tujuan mendapatkan kemanfaatan dari dana yang dikelola dan dikumpulkan. Selain itu juga sebagai bentuk dukungan UPZ PKT terhadap 5 pedoman Baznas RI yang meliputi bidang ekonomi, kesehatan, dakwah dan advokasi, serta pendidikan dan kemanusiaan.

Dikatakannya, dana zakat wajib dialokasikan bagi masyarakat membutuhkan yang sesuai dengan kategori 8 asnaf, agar manfaat zakat yang tepat sasaran mampu dirasakan langsung masyarakat diikuti dampak positif lainnya. Begitu juga kesinambungan manfaat bagi penerima bantuan bedah rumah, akan masuk pada program lanjutan UPZ PKT yang lebih menekankan pada pemberdayaan dan penguatan sektor ekonomi masyarakat. “Bantuan bisa berupa modal usaha, agar mereka mampu menciptakan peluang ekonomi ke depannya. Sebab zakat diperuntukkan untuk membantu seluruh sektor sesuai 8 asnaf dan saudara-saudara kita penerima bantuan bedah rumah masuk kategori itu,” ujar Nur Sahid.

Mewakili Pemkot Bontang, Camat Bontang Utara Sutrisno, mengapresiasi perhatian dan kontribusi PKT yang telah menyalurkan bantuan bedah rumah bagi masyarakatnya. Dirinya menilai program ini tepat sasaran dan sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan oleh Pemkot Bontang, khususnya penyediaan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat. Sutrisno berharap program ini dapat berjalan berkesinambungan, sehingga penurunan angka kemiskinan yang diiringi dengan peningkatan standar kelayakan hidup masyarakat semakin tercapai dengan peran serta PKT. “Semoga program ini dapat terus dilaksanakan PKT, karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat serta diharap mampu memberi dampak yang lebih baik untuk ke depannya,” kata Sutrisno.

Suparman, warga RT 05 Kelurahan Guntung selaku salah satu penerima bantuan menyampaikan terima kasih kepada PKT, yang telah membantu perbaikan rumahnya secara menyeluruh hingga layak huni. Selama hampir 14 tahun tinggal di kediaman sederhananya itu, Suparman hanya bisa menerima keadaan karena keterbatasan biaya untuk perbaikan. Pendapatan sebagai tenaga kebersihan hanya bisa menutupi kebutuhan harian, sehingga tempat tinggal yang dinaunginya bersama istri dan 4 anaknya itu harus diterima apa adanya. “Alhamdulillah kini tempat tinggal kami sekeluarga sudah sangat layak berkat bantuan PKT. Ini rezeki bagi kami dan semoga menjadi berkah bagi Perusahaan serta seluruh karyawan PKT bersama keluarga,” ucap Suparman. (*/rez)