SAMARINDA - Sepanjang tahun 2021, Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Samarinda menangkap dan menetapkan 12 orang sebagai tersangka terlibat peredaran narkoba. 

Dari penangkapan tersebut, petugas menyita 64,07 gram sabu-sabu dan 16,45 gram ganja. Barang bukti yang disita ini meningkat dibanding tahun 2020.

Kepala BNN Kota Samarinda AKBP Muhammad Daud menjelaskan selama tahun 2021 pengungkapan kasus narkoba di Samarinda lebih banyak menggunakan sistem loket dengan memanfaatkan bangsalan atau rumah sewaan. 

"Menyikapi modus sistem loket kasus narkoba di Samarinda, BNNK melakukan banyak pembongkaran loket rumah sewaan dan memanggil pemilik kontrakan untuk diberi pembinaan. Ini agar lebih selektif menyewakan rumah maupun kos," kata Daud, dalam rilisnya, Kamis (30/12/2021). 

Daud menambahkan BNNK Samarinda selain mengurangi peredaran narkoba melalui penindakan hukum terhadap pelaku, juga melakukan penurunan angka penyalahgunaan narkotika yaitu dengan rehabilitasi para pecandu narkoba. 

"Selama tahun 2021, kami telah mampu rehabilitasi 143 pecandu narkoba. Dengan rincian, 100 orang rawat jalan dan 43 orang dirujuk rawat inap di Balai Rehabilitasi Tanah Merah," jelas Daud. 

Lebih lanjut, Daud mengungkapkan penyalahgunaan narkoba saat ini tak hanya peredaran sabu-sabu, ganja dan ekstasi saja yang harus dicegah. Tetapi, kini generasi muda terutama pelajar ada mulai marak menggunakan tembakau sintetis atau gorila. 

"Bahaya tembakau sentetis ini sama dengan bahaya sabu-sabu. Mereka yang menggunakannya memesan melalui online. Jadi, kasus terakhir kita tangani tembakau sintetis dengan barang bukti yang kami sita 16,45 gram," katanya. (myn)