HARGA cabai hingga penutup tahun semakin mahal. Harga meroket tajam saat diperlukan untuk menyambut Tahun Baru 2022. Musim hujan menjadi salah satu penyebab tingginya harga cabai saat ini. Diprediksikan harga akan berlangsung membaik, jika sudah lewat musim hujan seiring perbaikan produksi di tingkat petani.

Harga cabai pada November sekitar Rp 20–25 ribu per kilogram. Memasuki Desember 2021, harga masih Rp 80–90 ribu. Pada pengujung Desember menjadi Rp 100–105 ribu per kilogramnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Disperindagkop dan UKM) Muhammad Yadi Robyan Noor mengatakan, peningkatan itu disebabkan dua faktor. Karena cuaca yang masih musim hujan dan permintaan yang tinggi akibat hari besar keagamaan nasional (HBKN) dan pergantian tahun. “Permasalahan ini memang selalu terjadi ketika musim hujan, karena para petani banyak yang gagal panen saat cuaca seperti ini,” jelasnya, Kamis (30/12).

Permasalahan itu bisa diatasi jika produksi cabai diperbanyak. Sehingga tidak bisa bekerja sendiri. Dinas lain juga harus meningkatkan produksi cabai. Dengan begitu, permasalahan seperti ini tidak selalu terjadi setiap tahun.

Saat ini tingginya curah hujan membuat produksi tidak maksimal. Banyak cabai yang busuk sehingga produksi menurun. Sedangkan produksi lokal di Kaltim masih sangat rendah. Setidaknya hanya 30 persen dari keperluan. Sisanya masih didatangkan dari luar daerah. Memang dari sentra perkebunan cabai juga produksinya menurun. Sehingga hampir semua daerah mengalami kenaikan. 

“Kami mengimbau masyarakat jika kesulitan dengan harga cabai yang tinggi, bisa beralih. Jangan makan cabai tradisional, bisa cabai dalam kemasan,” katanya.

Tingginya permintaan juga menyebabkan harga naik, terlebih lagi jika dilihat dari awal rantai distribusi sampai ke konsumen harga sudah naik. Namun, pihaknya memastikan, tidak ada indikasi pedagang memainkan harga jelang pergantian tahun dan mengambil untung lebih banyak, atau masyarakat borong dan sebagainya. “Kami terus pantau agar stok aman dan harga tidak meningkat terlampau tinggi,” jelasnya. (ctr/rom/k8)