Pendapatan daerah Kaltim memiliki tren baik. Meski pandemi Covid-19, nyatanya itu tak berdampak signifikan.

 

SAMARINDA–Pandemi tak selamanya membuat ekonomi Kaltim bermuram durja. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim bahkan mencatatkan surplus untuk penerimaan pajak daerah di Benua Etam.

Terdapat lima komponen dalam pajak, daerah yakni pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), pajak air permukaan (PAP), dan pajak rokok.

Kepala Bapenda Kaltim Ismiati mengatakan, capaian itu memerlukan tekad dan usaha yang kuat. Pihaknya melakukan berbagai upaya termasuk bersinergi dengan para mitra untuk mencapai angka dari target yang telah ditetapkan. “Sampai hari ini (kemarin) realisasi pajak daerah mencapai Rp 4,76 triliun. Surplus sekitar Rp 503 miliar dari target Rp 4,26 triliun,” beber Ismi, sapaan akrab Ismiati.

Penerimaan PBBKB, kata Ismi, mengambil peranan besar. Dari target Rp 2,20 triliun, penerimaan PBBKB tercatat melampaui target sebesar 119,03 persen atau Rp 2,61 triliun. “Salah satu faktor pendorong meningkatnya penerimaan PBBKB adalah naiknya harga minyak dunia dan perbaikan lapangan usaha penggalian, batu bara, dan migas (minyak dan gas),” jelasnya

Dikatakan Pemprov Kaltim telah meluncurkan aplikasi wajib pungut pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) elektronik atau e-wapu PBBKB. Hal itu menjadi salah satu upaya penunjang dalam mengoptimalkan penerimaan pajak bahan bakar tersebut.

PBBKB menjadi salah satu pajak provinsi yang dipungut dan disetorkan ke kas daerah. Bapenda pun bertugas mengawasi perusahaan penyedia bahan bakar minyak (BBM) dalam menyampaikan data dan aktivitas penjualannya.

Untuk diketahui, harga batu bara acuan (HBA) saat ini tengah tinggi-tingginya. Rekor tertinggi tahun ini terjadi pada November sebesar USD 215,01 per ton. Pada Oktober 2021, HBA sebesar USD 161,63 per ton. Namun, pada bulan ini, HBA turun namun tetap tinggi, yakni sebesar USD 159,79 per ton. (*/rom/k8)