SENDAWAR–Musim hujan sejak Agustus membuat sejumlah kawasan di Kutai Barat (Kubar) terisolasi. Tidak terkecuali akses jalan Kubar ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Akses jalan rusak juga termasuk di trans Kalimantan atau akses Kubar ke Samarinda.

Selain itu, sejumlah akses ke perkampungan. Seperti di Kecamatan Muara Pahu, akses yang sulit dilintasi di Kampung Tepian Ulaq, bahkan ke ibu kota kecamatan. Terparah akses jalan ke Kampung Muara Beloan. Badan jalan sejak Agustus 2021 sudah terendam banjir.

Akses sepanjang 9 kilometer itu terdapat sekitar 5 kilometer yang terendam banjir dengan ketinggian 1–3 meter. “Warga kami terpaksa harus menggunakan perahu ketinting dari dan ke Kampung Muara Beloan. Ini sangat menyedihkan. Sementara hujan hampir setiap hari,” kata Kepala Kampung Muara Beloan Rudi.

Bahkan, jalan tanah yang semua baik, setelah diperbaiki hanya mampu bertahan beberapa pekan saja.  Setelah itu badan jalan seperti bubur.

Hal senada dikatakan Ramli, warga Barong Tongkok. Akses jalan trans Kalimantan juga rusak berat. Meski sudah ada perbaikan badan jalan tapi belum maksimal. Sehingga ada beberapa titik yang sulit dilintasi.

“Padahal jalan ke Samarinda sangat penting. Selain digunakan angkutan sembako dan juga sering digunakan membawa pasien rujukan,” kata Ramli.

Betapa menyedihkan jika membawa orang sakit. Sementara badan jalan kondisinya sangat tidak memadai. Hal senada ruas jalan Kubar ke Mahulu. Jalan tanah itu kini menjadi bubur. Pasalnya, hujan membuat jalan itu rusak berat. “Warga kami harus menggunakan jasa angkutan speedboat Kubar ke Mahulu. Biayanya mahal,” kata Tomi, warga Mahulu.

Sementara itu, Bupati Kubar FX Yapan mengatakan, jalan akses Kubar-Samarinda bukan kewenangan Pemkab Kubar, melainkan pemerintah pusat. “Kalau jalan di wilayah Kubar, secara bertahap dilakukan pembangunan,” ujarnya.

Wabup Kubar Edyanto Arkan menyatakan, kerusakan jalan khususnya jalan trans Kalimantan sudah menjadi usulan kepada pemerintah provinsi. Agar kerusakan jalan segera selesai diperbaiki.

“Karena jika rusak lama, akan berdampak kepada kondisi barang pokok di Kubar, akan semakin mahal,” katanya.

Anggota DPR RI Ismail Thomas juga mengeluhkan lambatnya perbaikan jalan trans Kalimantan. “Pemerintah pusat harus segera memperbaiki jalan trans Kalimantan,” kata mantan Bupati Kubar dua periode tersebut.

Bayangkan sekarang dari Kubar ke Samarinda bisa 10–12 jam. Dulunya, hanya ditempuh 5–6 jam dengan bentang badan jalan sekitar 350 kilometer. Melihat kondisi ini, pemerintah pusat segera turun tangan memperbaiki. (rud/kri/k8)