Kegiatan tuang eco enzyme dilakukan oleh Komunitas Eco Enzyme Balikpapan yang diketuai oleh Michelle di Waduk Melawai 2 di samping Kantor Camat Balikpapan Selatan, Rabu (29/12).


BALIKPAPAN-Hadir dalam ajang itu, camat Balikpapan Selatan yang diwakilkan oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Netty Musriani, lurah se-Balikpapan Selatan, perwakilan Bank Sampah Kota Hijau Kelurahan Sepinggan, perwakilan Rumah Zakat, pelajar dari SMA 5, pelajar dari SD 09 Balikpapan Utara dan SD 04 Balikpapan Selatan.

Wakil Ketua Komunitas Eco Enzyme Balikpapan Abdul Rahman menjelaskan, kegiatan ini dirangkai dalam memperingati HUT ke-125 Balikpapan dan mendukung Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) di Kota Minyak.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi tingkat pencemaran air di Waduk Melawai 2. Gerakan tuang eco enzyme ini sangat bermanfaat untuk mengurangi mikroba yang tidak baik di dalam air dan membuat ekosistem di dalamnya menjadi lebih baik,” ujarnya.

Pembuatan eco enzyme, lanjut dia, diproduksi dari proses fermentasi sisa sampah organik yang berasal dari sisa sayuran, kulit buah-buahan, dan lainnya dengan warna cokelat gelap dan memiliki aroma asam segar yang kuat.

“Cairan eco enzyme ini mempunyai banyak sekali manfaatnya sebagai cairan detergen membersihkan baju, bahkan sayur dan buah berguna untuk pupuk tanaman, untuk mengusir hama tanaman, bahkan larutan eco enzyme dapat membersihkan hingga 1.000 liter air sungai yang tercemar,” jelasnya.

Sekcam Balikpapan Selatan Netty Musriani sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain itu, gerakan tuang eco enzyme ini sangat baik dalam berkontribusi terhadap kepedulian pelestarian lingkungan.

“Aksi ini tentu sangat baik karena kita tahu produksi sampah itu paling tinggi penyumbangnya, salah satunya dari sampah konsumsi rumah tangga. Dengan melakukan gerakan ini akan membantu memulihkan dan membersihkan air sungai yang tercemar,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat mencoba dan belajar membuat eco enzyme ini dan menerapkannya untuk membantu meminimalisasi sampah yang diproduksi di rumah. Memilah sampah kering dengan 3R (reuse, reduce dan recycle) sebelum dibuang ke tempat pembuangan.

“Komunitas ini siap memberikan pembinaan kepada siapa pun yang ingin mengundang dengan tidak ditarif biaya, bahkan kelurahan di Balikpapan Selatan ini berminat dalam pembuatan cairan serbaguna ini untuk disosialisasikan kepada masyarakat. Kami berharap dukungan dan partisipasi peran aktif dari masyarakat dalam menjaga lingkungan dan ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” jelasnya. (pms/pus/far/k16)