BALIKPAPAN - Vaksinasi untuk anak sama fungsinya dengan dewasa. Ketika sudah mendapat vaksinasi, bukan berarti tidak dapat tertular Covid-19. Dengan mendapatkan vaksinasi, seseorang akan mempunyai antibodi terhadap virus, sehingga apabila terinfeksi, gejala yang akan timbul tidak akan terlalu berat dan tidak membutuhkan perawatan khusus.

Pembina kesehatan di Puskesmas Margo Mulyo dr Dekrita Ria H mengatakan, yang harus dipersiapkan sebelum vaksinasi, khususnya anak-anak adalah kondisi sehat dengan suhu badan normal serta tetap menjaga protokol kesehatan. Setelah dilakukan vaksinasi Covid-19, seorang anak harus diedukasi bahwa tetap menjaga protokol kesehatan dan harus banyak istirahat. Sebab, respons tubuh setiap anak berbeda-beda.

Kata dia, vaksin anak ini dalam rangka percepatan target vaksinasi 100 persen di Balikpapan. Puskesmas Margo Mulyo melaksanakan vaksinasi dengan sasaran anak usia 6–11 tahun. Kegiatan vaksinasi anak ini diselenggarakan di SD 008 Balikpapan.

Dengan jumlah sasaran 364 murid yang diselenggarakan selama dua hari. Pada 21–22 Desember 2021. Dari jumlah sasaran, anak yang sudah divaksin sebanyak 305 atau 84 persen. Sementara di SD 005 Balikpapan Barat juga dilaksanakan vaksinasi usia 6–11 tahun yang diselenggarakan selama tiga hari. Pada 28–30 Desember 2021. Dengan sasaran 518 anak dan yang sudah tervaksinasi 259 anak.

Puskesmas Margo Mulyo juga melaksanakan vaksinasi untuk anak yang belum sekolah, TK dan PAUD pada 27 Desember 2021 dengan jumlah yang telah tervaksinasi 119 anak. Kegiatan tersebut dilakukan di Puskesmas Margo Mulyo dengan petugas pelaksana seluruhnya berasal dari tim vaksinator Puskesmas Margo Mulyo.

“Vaksinasi anak ini disambut positif oleh masyarakat dan berbagai institusi pendidikan. Dengan harapan, setelah vaksinasi proses belajar mengajar secara tatap muka dapat digelar dengan semakin aman. Vaksinasi kelompok anak ini juga selain meminimalisasi penularan di sekolah atau satuan pendidikan, juga mempercepat herd immunity,” katanya.

“Karena anak-anak sudah terproteksi, diharapkan para orangtua bisa lebih tenang dan percaya untuk mengizinkan anak-anak mereka melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah”, lanjutnya. (taw/far/k16)