BALIKPAPAN-Nur Asiah senang bukan kepalang. Janji Pemkot Balikpapan memberikan bonus akhirnya terealisasi. Kamis (30/12) pagi, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyerahkan secara simbolis bonus bagi atlet dan pelatih Pekan Olahraga Nasional serta Pekan Paralimpik Nasional di Aula Pemkot Balikpapan.

Total, pemerintah menyerahkan uang senilai Rp 1,194 miliar untuk  37 atlet dan 7 pelatih Balikpapan yang berprestasi di PON Papua serta 10 atlet dan 7 pelatih yang berprestasi pada multi even Peparnas.

“Ini yang ditunggu-tunggu atlet dan pelatih. Akhirnya pemerintah memenuhi janjinya,” kata atlet 28 tahun ini.

Selain memuji apresiasi yang diberikan Pemkot Balikpapan, Nur Asiah juga mengaku gembira, sebab nominal bonus yang diperoleh lebih besar ketimbang kabupaten/kota lain yang juga memberikan bonus bagi atletnya yang berlaga di PON XX Papua.

Bahkan, kabupaten/kota lain sama sekali tak memberikan bonus prestasi bagi atlet dan pelatih berprestasi yang berjuang di PON XX Papua kemarin. “Terima kasih untuk Wali Kota dan Pemkot Balikpapan, Balikpapan memang terbaik,” kata dia.

Pundi rupiah Nur Asiah dipastikan bakal kembali bertambah. Mengingat bonus dari Pemerintah Provinsi baru akan diberikan tahun depan, kendati nominalnya hingga kini masih belum jelas.

Nur Asiah mengaku akan menggunakan uang bonus prestasi ini untuk keperluan dan modal membangun rumah. “Bonus ini juga menjadi tambahan motivasi bagi atlet. Sebab tahun depan sudah banyak agenda menanti,” beber dia.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Kota Balikpapan Doortje Marpaung mengatakan, bonus senilai Rp 1,194 miliar tersebut diberikan kepada 37 atlet dan 7 pelatih Balikpapan yang berprestasi di PON Papua serta 10 atlet dan 7 pelatih yang berprestasi pada even Peparnas.

“Untuk atlet dan pelatih PON kami berikan Rp 569 juta, sementara untuk atlet dan pelatih Peparnas kami berikan total bonus Rp 625 juta,” kata Doortje.

Sebagai informasi, pada gelaran PON XX Papua lalu, atlet Balikpapan sukses mempersembahkan empat emas, delapan perak dan tujuh perunggu bagi kontingen Kaltim. Prestasi tak kalah mentereng juga dipersembahkan atlet difabel asal Balikpapan. Tiga emas, tujuh perak dan empat perunggu berhasil dibawa pulang ke Benua Etam.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan atlet dan pelatih Balikpapan. Baik mereka yang berlaga di PON XX Papua maupun Peparnas XVI Papua.

“Besaran bonus yang diberikan Pemkot Balikpapan mungkin tidak seberapa. Tapi ini menunjukkan bahwa pemerintah menaruh perhatian terhadap atlet dan pelatih yang sudah berprestasi,” kata Rahmad.

Atlet hoki peraih emas, Nur Asiah bersyukur dengan perhatian yang ditunjukkan Pemkot Balikpapan terhadap para atlet dan pelatih. Sebab, atlet dan pelatih lain sebagian tak mendapat bonus dari kabupaten/kota asal. Bahkan, nominal bonus yang diterima atlet Balikpapan, dijelaskan atlet 28 tahun ini jauh lebih besar ketimbang daerah yang juga memberikan bonus bagi atletnya. “Terima kasih atas perhatiannya, Balikpapan memang terbaik,” katanya. (hul)