SAMARINDA–Peredaran narkoba di Kaltim terus diatasi. Sepanjang 2021 Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim membekuk 54 tersangka penyalahguna. Hasil tim asesmen terpadu (TAT), mereka yang ditangkap meliputi 19 pengedar, 17 kurir, 7 bandar, 7 pengguna, dan 4 perantara.

Kepala BNN Kaltim Brigjen Pol Wisnu Andayana menerangkan, seluruh tersangka yang mereka amankan dalam setahun terakhir berasal dari 35 laporan. Dengan membawahi tiga wilayah, yakni BNNK Samarinda, BNNK Bontang, dan BNNK Balikpapan.

“Kami telah menyita 7,19 kg sabu, 4,67 kg ganja, 3,5 butir ekstasi dan 78,99 cannabinoid,” kata Wisnu saat jumpa pers. Diklaim, kendati hasil barang sitaan sepanjang 2021 tergolong sedikit, namun pihaknya telah berhasil mengamankan tujuh jaringan pengedar besar di Kaltim. Termasuk jaringan lembaga pemasyarakatan (lapas). “Mereka ini sebagian besar pemasok narkotika di Kaltim,” ungkap jenderal polisi bintang satu tersebut.

Kendati pandemi, lanjut Wisnu, peredaran narkoba tak surut. Bahkan beragam modus mereka temukan setahun terakhir. “Modusnya terus berubah-ubah. Konsumen narkoba ini tetap ada meski diterapkan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat). Kebanyakan orang iseng di rumah, lalu jadi pengguna," imbuhnya.

Dia berharap, peran masyarakat untuk melakukan pemberantasan narkoba. Sebab, bakal mustahil maksimal bila BNN Kaltim bekerja sendiri. “Selain karena keterbatasan personel dan anggaran, karena pemakai narkoba ini sangat dekat dengan kita semua. Pemakai dan pengedar narkoba ini bisa dilakukan oknum pekerja. Baik di sektor pemerintah, swasta, dan wiraswasta,” sambungnya.

Selain fokus pada pemberantasan, BNN Kaltim berupaya mengobati orang yang ketergantungan terhadap narkoba. Sepanjang 2021 ada 371 orang menjalani rehabilitasi. “Perinciannya 260 orang rawat jalan dan 111 orang menjalani rawat inap. Selain itu, ada 55 orang yang melanjutkan ke program pasca-rehabilitasi,” pungkasnya. (asp/kri/k8)