SAMARINDA–Penerapan aplikasi PeduliLindungi ketika memasuki mal, restoran, bioskop, dan tempat hiburan malam (THM) menjadi kewajiban di Samarinda. Itu sesuai Instruksi Wali Kota Samarinda Andi Harun yang ditandatangani pada 24 Desember 2021.

Selain penerapan aplikasi wajib vaksin tersebut, pembatasan jam operasional pelaku usaha di Kota Tepian turut jadi atensi. Ya, sejak aplikasi PeduliLindungi diperkenalkan, memang sejumlah pusat perbelanjaan di Samarinda terlihat memajang kode pindai aplikasi tersebut.

Namun, kelihatannya belum jadi harga mati untuk bisa masuk harus melalui QR code tersebut. Pasalnya, sejumlah pengelola mengaku kesulitan untuk memberlakukannya kepada pengunjung yang ingin datang.

Padahal, menurut data sebaran vaksin, saat ini jumlah vaksinasi di ibu kota Kaltim tersebut telah mencapai 80 persen. Aktivitas masyarakat pun mulai kembali normal seiring menurunnya kasus sebaran virus corona di Samarinda.

Namun, potensi infeksi virus mematikan tersebut masih ada. Sehingga semua orang wajib waspada, dan jangan sampai abai protokol kesehatan.

Manajer Klub Muse Entertainment Center Samarinda Andi menyebut, agak sulit bila pengunjung diharuskan scan QR code PeduliLindungi. Bahkan sepengetahuannya, THM di Samarinda belum ada yang menerapkan scan aplikasi sebelum pengunjung masuk.

“Klub mana yang bisa menerapkannya?” tanya pria yang karib disapa Pa'e tersebut kepada Kaltim Post, belum lama ini.

Di sisi lain, salah satu pengunjung Samarinda Central Plaza (SCP) yang enggan disebutkan namanya mengaku, agak ribet jika aturan scan QR code diwajibkan. Justru akan memicu kerumunan di pintu masuk ketika seluruh pengunjung mal harus memindai aplikasi PeduliLindungi.

“Iya agak ribet, butuh waktu untuk membaca hasil scan. Seperti di bandara saja, kadang calon penumpang harus antre lama agar bisa melakukan scanner,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda H Ismail menegaskan, penerapan aplikasi PeduliLindungi wajib. Sebab, itu merupakan instruksi pemerintah pusat yang juga dikeluarkan oleh wali kota.

“Kami melihat di mal-mal, tempat bioskop dan beberapa THM sudah punya barkode aplikasi PeduliLindungi. Tinggal lihat penerapannya gimana, yang jelas semuanya mesti lewat aplikasi itu untuk bisa masuk,” tegasnya.

Dia meminta kepada pengelola mal, bioskop, restoran, dan tempat hiburan malam (THM) agar lebih tegas dan instruksi wali kota diterapkan. Termasuk soal pembatasan jam operasional jangan sampai melanggar.

“Kami rutin melakukan operasi patroli siang dan malam. Selain edukasi kepada masyarakat terhadap pentingnya melakukan protokol kesehatan. Juga me-monitoring para pelaku usaha agar jangan sampai melanggar instruksi. Tentunya akan ada sanksi bila melanggar dari apa yang sudah ditetapkan melalui instruksi wali kota itu,” pungkasnya. (asp/kri/k8)