JAKARTA – Pemerintah mengalihkan sebagian kepemilikan saham di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ke Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA). Total nilai saham yang dialihkan mencapai Rp 44,9 triliun. Hal itu terungkap dalam keterbukaan informasi kedua perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) (28/12).

Pemerintah mengalihkan 3.733.333.333 saham seri B Bank Mandiri ke LPI dengan harga pengalihan Rp 6.073 per saham. Transaksi dilakukan pada 23 Desember 2021. Artinya, nilai transaksinya mencapai Rp 22,67 triliun. Alhasil, kepemilikan pemerintah berubah dari sebanyak 27,99 miliar saham (60 persen) menjadi 24,26 miliar saham (52 persen).

Sementara itu, pemerintah mengalihkan 3,63 persen saham atau setara 5.498.021.834 lembar saham seri B BRI ke INA seharga Rp 4.061 per lembar. Sehingga, total nilai pengalihan saham BRI sebesar Rp 22,32 triliun. Akibat aksi tersebut, saham pemerintah turun dari 56,82 persen menjadi 53,19 persen. Atau setara 80.610.976.875 lembar saham.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha menyatakan, transaksi itu bertujuan memenuhi Peraturan Pemerintah (PP) 74/2020 tentang LPI dan PP 111/2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke Dalam Modal LPI. Bahkan, di PP 111/2021 disebutkan, penyertaan modal negara sebesar Rp 45 triliun kepada INA berasal dari pengalihan sebagian saham seri B milik negara atas dua bank tersebut.

”Transaksi inbreng saham pemerintah di Bank Mandiri kepada INA merupakan inisiatif strategis dari pemegang saham. Kami memastikan, proses bisnis perseroan tetap berjalan normal,” kata Rudi saat dikonfirmasi tadi malam. (han/c13/dio)

 

 

Pengalihan Saham Pemerintah ke LPI

Pemerintah LPI Harga Pengalihan Nilai Transaksi

Bank Mandiri 24,26 miliar lembar 3,73 miliar lembar Rp 6.073 per saham Rp 22,67 triliun

Bank BRI 80,61 miliar lembar 5,49 miliar lembar Rp 4.061 per lembar Rp 22,32 triliun

Sumber: Bursa Efek Indonesia