BELAJAR dari gelombang Covid-19 sebelumnya, rumah sakit di Kaltim mulai mengantisipasi adanya lonjakan kasus karena varian Omicron. Prosedur penanggulangan bencana, dari penyiapan kembali dan pengembangan ruang isolasi, serta ruang ICU khusus pasien Covid-19 disiapkan lebih dini. Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Kaltim Edy Iskandar menerangkan, kapasitas ruangan siap dikembangkan jika diperlukan.

Dia melanjutkan, hampir semua rumah sakit di Kaltim telah mendapat pengarahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Sementara ini, langkah rumah sakit terus membantu Diskes (Dinas Kesehatan). Untuk melakukan vaksinasi masyarakat dan anak,” katanya kepada Kaltim Post, Selasa (28/12). Selain ruangan khusus, dokter spesialis penyakit dalam ini melanjutkan, tenaga dokter dan tenaga kesehatan lainnya juga menjadi perhatian.

Edy berharap, rumah sakit dan Dinas Kesehatan membicarakan kemungkinan penambahan tenaga kesehatan kontrak. Karena berkaca dari pengalaman sebelumnya, untuk mengisi formasi tenaga kesehatan di rumah sakit di Kaltim, yang menangani pasien Covid-19, diperlukan tambahan tenaga perawat sekitar 200 orang. Kemudian dokter umum sebanyak 30 orang, serta analis laboratorium dan mikrobiologi sekitar 25 orang. Yang tak kalah pentingnya, penambahan dokter spesialis paru sekitar 10 orang. “Guna mengisi semua kabupaten/kota yang belum ada,” katanya.

Sementara untuk ruang isolasi, disiapkan sesuai kebutuhan dan dapat ditambah jika diperlukan. Di Kaltim, kata dia, dari pengalaman sebelumnya, rumah sakit bisa menyediakan 700 hingga 800 tempat tidur untuk ruang isolasi Covid-19. “Dan khusus untuk, RSKD sebagai rumah sakit rujukan Covid-19, bisa menyediakan tempat tidur pada ruang isolasi hingga 250 tempat tidur. Dan untuk ruang ICU Covid-19, bisa mencapai 25 tempat tidur,” ungkap direktur Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan ini.

Mengenai ketersediaan obat-obatan, diterangkan Edy, sebagaimana virus corona varian lain, obat yang dibutuhkan relatif sama. Saat ini, pasokan aman dan tersedia. Demikian juga ketersediaan tabung oksigen. Di beberapa rumah sakit, seperti RSKD Balikpapan dan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam (AHM) Samarinda, telah menyediakan generator oksigen kapasitas besar di samping oksigen konsentrator. “APD (alat pelindung diri) juga cukup tersedia. Dan prosedur yang baru dari Kemenkes, tidak perlu lagi menggunakan baju pelindung hazmat. Jadi lebih simple,” ungkapnya. (kip/riz/k8)