Borneo FC Samarinda akan mengarungi putaran kedua Liga 1 2021 pada Januari mendatang tidak dengan komposisi terbaik. Itu karena sang kapten, Javlon Guseynov, sedang menjalani sanksi larangan bertanding.

 

SEPERTI diketahui, Javlon mendapat sanksi larangan tampil dalam empat pertandingan serta denda Rp 50 juta. Itu didapat akibat perbuatan tidak terpujinya ketika Pesut Etam menghadapi Madura United pada gameweek ke-17, 14 Desember lalu. Pada laga tersebut, dia menerima dua kartu kuning. Selain itu melakukan perbuatan berlebihan ke pengadil lapangan.

Menjelang pertandingan kontra Persik Kediri pada 8 Januari 2022 nanti, tim pelatih sudah memikirkan opsi untuk menambal lubang sepeninggal Javlon. Asisten pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin menuturkan, pihaknya mulai menyiapkan beberapa nama. Namun, siapa yang nantinya akan tampil, akan dilihat dalam masa persiapan sebelum pertandingan.

"Masih ada waktu persiapan yang bisa kami maksimalkan. Insyaallah tidak ada kendala karena semua pemain ingin memberikan performa maksimal," tutur Amir, sapaannya. Setelah meminjamkan Andika Kurniawan ke Persiraja Banda Aceh, stok pemain bertahan Borneo FC menipis. Kini yang tersisa ada Wildansyah, Nurdiansyah, dan Safrudin Tahar. Plus gelandang muda Komang Teguh yang juga bisa bermain sebagai bek.

"Semua kemungkinan bisa terjadi. Siapa yang akan main belum bisa diputuskan sekarang. Kami dari staf pelatih hanya yakin pertahanan tetap solid walau tanpa Javlon. Duet lokal tidak jadi masalah," tegasnya.

Ya, Amir tak ingin timnya terbebani dengan absennya Javlon. Justru, menurutnya situasi ini menjadi kesempatan untuk pemain yang jarang tampil untuk unjuk kebolehan. "Kami pasti beri kepercayaan lebih bagi mereka yang serius saat sesi latihan. Tinggal pemainnya saja nanti mau berkontribusi besar atau tidak," pungkasnya. (abi/ndy)