Kepala Dinas Pendidikan Balikpapan, Muhaimin meninjau lokasi kebakaran SD 004 Balikpapan Timur sekaligus rapat koordinasi inventarisasi kerusakan.

 

Bangunan SD 004 Gunung Tembak di Balikpapan Timur sebagian ludes dilahap si jago merah. Sekolah yang berada di wilayah RT 18 Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur itu terbakar pada Sabtu (25/12) dini hari sekitar pukul 02.15 Wita.

Akibat kebakaran tersebut, empat ruangan permanen ludes di dalamnya, yakni ruang guru, ruang perpustakaan, ruang tata usaha, dan ruang kepala sekolah.

Dijelaskan Lurah Teritip Ruddy Iskandar peristiwa itu berlangsung cepat dan melahap seisi bangunan. Namun kesigapan warga, relawan Kampung Siaga Bencana Kelurahan Teritip serta dibantu Camat Balikpapan Timur, Babinsa dan Bhabinkamtibmas dan petugas pemadam kebakaran berhasil meredam amukan api sehingga tidak sampai menyebar ke permukiman masyarakat.

"Respons cepat petugas pemadaman UPT Wilayah Balikpapan Timur yang tiba 15 menit kemudian sebanyak 2 unit dikerahkan pada saat kejadian dan 1 unit dari pos pemadam UPT Wilayah Selatan yang turut membantu mendinginkan dan mengamankan lokasi yang terbakar,” jelasnya.

Tepat pukul 02.40 Wita petugas berhasil memadamkan api pada bangunan sekolah yang terbakar. Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa dan rumah warga yang terdampak.

"Seringnya terjadi musibah kebakaran, kami mengimbau kepada warga masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaannya di rumah maupun di lingkungan sekitar dari kelalaian yang dapat berakibat fatal. Demi meminimalisasi bahaya tersebut mari bersama melakukan pencegahan dini dari timbulnya penyebab kebakaran terutama instalasi listrik di rumah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Muhaimin pagi harinya langsung meninjau lokasi kebakaran bersama kepala Bidang Pendidikan SD untuk melakukan rapat. Berkoordinasi dengan kepala sekolah dan para guru agar menginventarisasi aset yang terbakar dan dibuat laporannya segera ke Disdikbud.

"Peristiwa ini dipastikan tidak menghambat kegiatan belajar-mengajar di sekolah karena tidak ada ruang kelas siswa yang terbakar. Informasi yang didapat dari guru setempat bahwa ada softcopy nilai rapor siswa yang ikut terbakar sehingga para guru harus kerja ekstra untuk pembagian rapor pada 3 Januari 2022 yang akan datang,” jelasnya.

Sambil menunggu perbaikan bangunan yang terbakar para guru sementara dibagi menempati ruang kelas siswa. Gedung sekolah yang terbakar ini menurutnya akan kembali dilakukan pembangunan dengan diusulkan ke pemerintah kota melalui anggaran belanja tak terduga (BTT).(pms/pus/rdh/k15)