Penghargaan Adiwiyata merupakan bentuk apresiasi kepada sekolah yang mampu melaksanakan upaya peningkatan pendidikan lingkungan hidup secara benar, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

---
SMP 4 Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), tanpa disangka-sangka sukses memperoleh penghargaan Adiwiyata Nasional 2021. Penghargaan diberikan secara virtual di ruang live room, Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfo-Perstik) Kutim, Jumat lalu (24/12).

Penghargaan Adiwiyata merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK). Bertujuan mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup.

Tidak mudah memperolehnya. Penghargaan itu diraih sekolah setelah Kemen LHK melakukan proses penilaian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), terhadap sekolah-sekolah yang telah ditetapkan.
Tim Adiwiyata Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim dan SMP 4 turut menghadiri. Kepala DLH Kutim Aji Wijaya mengatakan, penghargaan itu diberikan kepada sekolah yang telah melakukan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah (PBLHS).

“Sekolah merupakan lembaga pendidikan. Sebagai salah satu elemen masyarakat yang memiliki peran signifikan dalam membangkitkan kepekaan dan kesadaran akan lingkungan pada generasi muda,” jelasnya.

Penilaian pun telah berlangsung sejak September lalu. Seleksi administrasi berlangsung 20–30 September. Sedangkan penilaian pemenuhan kriteria sekolah adiwiyata 11 Oktober hingga 5 November. Bahkan dijalankan secara offline dan online.
“Melalui Sistem Informasi Adiwiyata (Si-Dia), diikuti 932 sekolah dari 150 kabupaten, 34 kota dan 24 provinsi yang diusulkan DLH. Untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri,” terangnya.

Walhasil, 344 sekolah memenuhi kriteria dan mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional. Salah satunya SMP 4 Sangatta Utara. Sedangkan yang menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri 77 sekolah. “Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi KLHK kepada sekolah. Dalam melaksanakan gerakan PBLHS, untuk mendorong aksi kolektif di sekolah. Sehingga warga sekolah secara sadar dan sukarela berjejaring dan berkelanjutan menerapkan perilaku lingkungan hidup,” sebutnya.

Hal itu meliputi aspek kebersihan, fungsi sanitasi, drainase, pengelolaan sampah, penanaman, pemeliharaan pohon dan tanaman, konservasi air, energi serta inovasi. Termasuk pula perilaku ramah lingkungan berdasarkan identifikasi potensi dan masalah lingkungan hidup.

“Kami berharap, melalui pembinaan yang terus-menerus diberikan, sekolah-sekolah di Kutim dapat meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup semakin baik. Semoga sekolah lainnya termotivasi untuk berprestasi serupa,” pungkasnya.

Kabid Penataan dan Pengembangan Kapasitas DLH Nurrahmi Asmalia menambahkan, penghargaan Adiwiyata Nasional telah 16 kali diraih Kutai Timur, sejak 2009. Di antaranya sembilan penghargaan Adiwiyata Nasional dan tujuh Adiwiyata Mandiri. Dia berharap, tahun depan akan banyak sekolah yang mampu meraih penghargaan tersebut. “Jadi, tercipta sekolah dengan kemampuan mencetak generasi muda yang siap berinteraksi. Penuh tanggung jawab terhadap lingkungan hidup,” singkatnya. 

Sementara itu, Kepala SMP 4 Sangatta Utara Yetti Arifa Desiviana merasa bangga dengan prestasi yang telah diraih. Dia menyebut, keberhasilan itu tak lepas dari dukungan Pemkab Kutim, khususnya DLH dan Dinas Pendidikan (Disdik).
“Sehingga sukses mencapai penghargaan Adiwiyata Nasional. Tahun mendatang SMP 4 berupaya meraih Adiwiyata Mandiri. Semoga dapat tercapai. Kami kembali mengharapkan dukungan semua pihak,” tutupnya. (dq/rdh/k8)