TANJUNG REDEB – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Berau terus melakukan antisipasi pencegahan lonjakan kasus Covid-19, dengan menyiagakan petugas yang berasal dari lintas sektor seperti TNI-Polri, BPBD, Satpol-PP, dan Dinas Perhubungan hingga PMI Berau.

Termasuk ditingkat kecamatan, pihaknya juga telah mengimbau satgas kecamatan untuk melakukan penjagaan di wilayahnya masing-masing. “Khususnya petugas yang juga melakukan Operasi Yustisi untuk mencegah terjadinya kerumunan masyarakat di libur Natal kemarin dan Tahun Baru nanti,” ujarnya.

Selain itu, Operasi Lilin Mahakam disebutnya juga merupakan bagian dari upaya mencegah penyebaran Covid-19, tetapi operasi tersebut terpusat di polres. Sementara satgas hanya melakukan pengetatan protokol kesehatan di dua hari yakni pada malam Natal yang sudah dilakukan belum lama ini, dan tahun baru nanti.

“Jadi hanya dua hari yang kita lakukan penjagaan ketat di lapangan. Untuk malam Natal sendiri Alhamdulillah sudah berjalan dengan aman dan kondusif. Kalau dari Polres memang efektif mulai 23 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022,” jelasnya.

Jelasnya, untuk kesiapsiagaan malam natal lalu sedikitnya terdapat 12 personel gabungan yang menjaga satu titik tempat ibadah, di samping itu ada tim yang melakukan patroli untuk memantau titik yang berpotensi terdapat kerumunan.

“Jadi kami melakukan penjagaan apakah sudah taat prokes atau tidak. Karena inti dari surat edaran kita menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021, supaya pelaksanaan natal kemarin dan tahun baru nanti dapat terselenggara secara aman dengan prokes yang diperketat,” tambahnya.

Meski diperketat, Thamrin memastikan satgas tidak akan menutup pedagang yang berjualan di sejumlah titik keramaian. “Yang kami waspadai adalah di malam tahun baru nanti. Termasuk juga kafe, tepian Jalan Pulau Derawan maupun Jalan Ahmad Yani,” tegasnya.
Di samping itu, Thamrin juga menyampaikan bahwa berdasarkan edaran terdapat poin yang menyatakan menutup semua alun-alun atau lapangan termasuk di dalamnya akan menutup fasilitas sarana Graha Pemuda pada 31 Desember hingga 1 Januari 2022.

"Jadi seluruh jajaran pemerintah daerah hingga tim satgas gabungan agar meningkatkan kesiapsiagaan dan keterlibatan aktif dalam mencegah dan mengatasi aktivitas publik yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat," tutupnya. (mar/sam/rdh)