BALIKPAPAN-Nyaris dua pekan musibah kebakaran yang menimpa permukiman padat penduduk, di Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat, berlalu. Namun hingga kini, kepolisian belum juga mengkonfirmasi sebab kebakaran yang terjadi Rabu (15/12).

Kapolresta Balikpapan Komisaris Besar Vincentius Thirdy Hadmiarso mengatakan, hingga ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Surabaya. “Kami masih menunggu hasil dari uji Labfor Mabes Polri,” kata Thirdy.

Dia juga enggan berandai-andai soal sebab kebakaran yang menghanguskan nyaris 100 rumah di tiga RT tersebut. Begitu juga dengan sembilan orang yang diminta keterangan soal kebakaran, hinga kini masih berstatus sebagai saksi.

“Sudah diperiksa kan sembilan warga. Sejauh ini belum ada penetapan tersangka,” imbuh dia.

Dia juga tak bisa memastikan kapan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik akan dirilis. “Soal itu kami serahkan kepada Labfor Mabes Polri. Semoga saja dalam waktu dekat hasilnya keluar,” tutur Thirdy.

Sebagai informasi, pada Jum’at (17/12) lalu, Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Surabaya sudah menerjunkan tim ke lokasi bekas kebakaran. Dari sana, tim forensik mengambil sejumlah sampel, seperti kabel dan arang bekas kebakaran.

Kendati penyebab pasti hingga kini masih jadi misteri, awal mula api diduga berasal dari sebuah rumah kosong di RT 47 yang dimiliki La Baha. Rumah sewaan tersebut, berdasar keterangan warga sudah dua tahun terakhir tak berpenghuni. (hul)