Kutai Timur memiliki wilayah perairan yang sangat strategis, jika dipandang dari sisi ekonomi. Apalagi masuk Alur Laut Kepulauan Indonesia II. 

 

SANGATTA–Pelabuhan Kenyamukan Sangatta ditarget beroperasi pada 2023.  Bermacam upaya ditempuh untuk menuntaskan pembangunannya. Terlebih, Presiden Jokowi sudah menetapkannya sebagai salah satu tol laut.

Kabar terbaru, penyelesaian causeway (jalur lintasan yang ditinggikan) dan jalan menuju pelabuhan mendapat titik terang. Anggota Komisi V DPR RI dapil Kaltim, Irwan menyatakan, tahun depan ada kucuran dari APBN. “Hasil koordinasi dengan kementerian telah dianggarkan Rp 227 miliar,” bebernya.

Anggaran tersebut, kata dia, dimanfaatkan untuk pembangunan jalan sepanjang 1,3 kilometer. Menurut dia, nilai anggaran cukup besar lantaran badan jalan yang berlumpur, sehingga butuh konstruksi pancang. “Kami akan kawal hingga terealisasi. Saya yakin 2023 sudah bisa dioperasikan,” singkatnya.

Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman berharap, pembangunan jalan dan causeway bisa rampung akhir 2022. Sehingga, operasional Pelabuhan Kenyamukan dapat terlaksana 2023 mendatang. Sebab, keberadaan pelabuhan sangat penting. Mengingat, Kutim merupakan daerah penyangga ibu kota negara (IKN).

“Kalau beroperasi, harga barang bisa ditekan. Tentu tidak akan ada faktor biaya transportasi dari Balikpapan-Samarinda menuju Kutim. Selama ini dikirim lewat jalur darat,” ungkapnya.

Jalan-jalan nasional Samarinda-Bontang-Sangatta dinilai akan lebih awet. Semua kendaraan overload tentu tidak lagi banyak berkeliaran di jalan. Karena angkutan barang, semuanya akan beralih melalui jalur laut. “Pasti mengurangi biaya pemeliharaan jalan,” sebutnya.

Dari segi keamanan, bisa dimanfaatkan pangkalan TNI AL untuk berlabuh kapal patroli laut. Kutim memiliki kapal patroli yang dioperasikan Lanal Sangatta. Namun, karena belum ada pelabuhan, kapalnya kini berlabuh di Bontang.

“Makanya sangat penting dapat segera dioperasikan. Selain mendukung perekonomian dan infrastruktur, dapat juga meningkatkan keamanan laut,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Subagio memastikan, secara keseluruhan aset Pelabuhan Kenyamukan milik Pemkab Kutim. Dia tidak menampik, keberadaan pelabuhan sangat strategis. Baik pada sisi darat maupun laut.

“Artinya, kalau ditawarkan pada investor sudah cukup bisa dijadikan pedoman untuk pengembangan. Jadi, paling cocok adalah kerja sama pemanfaatan. Mungkin bisa menggandeng PT Pelindo. Pemerintah kabupaten boleh menganggarkan untuk menyelesaikan. Baik dengan skema kerja sama,” jelasnya. (dq/ind/k8)