Untuk menjadi wirausaha tidak melulu tentang bakat. Selama masih bisa mencoba, coba terus hingga berhasil.  

 

DIO Fandhita Ramadhan dikenal sebagai salah satu wiruasaha muda kota Balikpapan. Ia memiliki sebuah usaha custom jins atau denim bernama The Denim Club. Berdiri sejak 2014, produknya telah banyak dinikmati masyarakat kota Balikpapan dan memiliki pelanggan di berbagai daerah Kalimantan Timur.

Pemuda kelahiran Balikpapan, 6 April 1991 itu pun tidak menyangka bisa sampai terjun di dunia usaha sejauh ini. Melihat latar belakang kedua orangtuanya pun tidak ada yang menjadi pengusaha. Diakuinya, dunia usaha sangat menantang sekaligus menyenangkan.

Jiwa wirausaha Dio mulai diasah sejak duduk di bangku SMA. Sekitar tahun 2007, ia sudah mencoba menjual berbagai barang kepada teman-temannya. Bahkan ketika ia berkuliah di Universitas Islam Bandung, pria ramah senyum ini pun tidak malu-malu berjualan pisang gapit, yang merupakan jajanan khas Kalimantan. “Selama usaha kita halal, ngapain malu? Malah teman-teman pada senang nyobain produk kita,” ujarnya.

Selama di Bandung, Dio belajar banyak hal lainnya. Terutama apa yang sedang menjadi tren di kota tersebut. Ketertarikannya pada dunia fashion turut mendorong untuk membuka usaha custom jins atau denim di Balikpapan untuk pertama kali.

Mengapa denim? Ia mengakui jenis celana tersebut adalah kesukaannya sejak sekolah. Dengan mengenakan celana jins seorang pria bisa tampil keren sekaligus elegan. Namun, yang menjadi kendala adalah harga celana jins sangat mahal dan dinominasi oleh brand-brand besar yang sering dijumpai di mal.

Saat di ibu kota Jawa Barat itu juga ia mencoba merintis usaha denim dengan brand Trepp Denim. Metodenya dengan memesan model-model yang disukai pasar kemudian untuk dijual kembali. Dimulai dari menawarkan ke teman-temannya hingga ke lingkup yang lebih besar.

“Kemudian, saat tahun 2014 ketika kembali ke Balikpapan, saya lihat kok belum ada usaha custom denim. Jadi inilah peluang. Saya coba kembangkan usaha custom denim ini. Kalau boleh dibilang saya yang mengawali usaha ini pertama di Balikpapan,” ujar Dio.

Dengan menggandeng temannya, Aditya Topani, Dio mengubah nama usahanya menjadi The Denim Club. Dari yang semula hanya menjual denim, usaha tersebut ditingkatkan dengan konsep workshop sekaligus outlet. 

Dengan menyewa sebuah ruangan kecil di dekat rumahnya, pelanggan bisa melihat-lihat model celana denim, beserta pilihan bahan dan varian jahitan yang dapat dipilih. Ini juga yang menjadi keunggulan dari The Denim Club.

“Keunggulan The Denim Club, kami memberikan keleluasaan kepada pelanggan untuk memilih model celana yang disukai sekaligus bahannya. Dari situ, kita bisa mengukur sejauh mana kami bisa memuaskan pelanggan,” sambung Dio.

Dalam pemasarannya, Dio sangat terbantu dengan promosi yang dilakukan teman-temannya di media sosial. Nama The Denim Club pun semakin banyak dikenal dan membuat banyak orang memesan celana di tempat tersebut.

“Sekarang karyawan The Denim Club sudah ada empat. Alhamdulillah bisa menggaji mereka semua,” ungkapnya.

ATASI BADAI PANDEMI

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal 2020 juga menghantam The Denim Club. Dari semula yang banyak orderan sampai nyaris tidak ada sama sekali. Tanggung jawab terhadap keberlangsungan usaha yang menjadi harapan hidup para karyawan diemban Dio.

“Ya kalau bisa dibilang kami berdarah-darah agar The Denim Club ini bisa eksis selama pandemi,” kata dia.

Namun, pandemi tidak selalu membuat usaha mati langkah. Justru pandemi memaksa Dio kreatif melihat peluang. Momen itu juga yang membuat Dio memaksimalkan divisi pemasarannya untuk mencari pasar yang lebih luas.

“Jadi pemasaran The Denim kita bagi dua. Ada yang untuk satuan atau penjualan perorangan dan satu lagi untuk korporasi. Kami bersyukur selama pandemi ternyata permintaan dari korporasi yang bisa menghidupi usaha ini. Pokoknya kalau kita harus coba terus dan coba sampai berhasil,” ujarnya.

Sempat berpindah lokasi outlet dan workshop, kini The Denim Club berdiri di Jalan Mayor TNI AD, Sungai Ampal Balikpapan. Di tempat yang lebih nyaman sekaligus modern, The Denim Club semakin meningkatkan layanan terhadap pelanggan lewat pilihan-pilihan kain yang semakin banyak serta kualitas jahitan yang diberikan. 

“Kami bersyukur karena lewat usaha ini bisa membantu masyarakat. Membantu dalam membuat pakaian sesuai keinginan dan kebutuhan. Harapannya kami bisa bertumbuh semakin besar sehingga juga membantu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Balikpapan,” pungkasnya.(tom)