SAMARINDA - Anggota DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry mengungkapkan Rancangan Perda Kesenian Kaltim saat ini masih tahap penyusunan naskah akademik. Penyusunan ini memerlukan masukan dari berbagai pihak dan stakeholder terkait. 

"Sekarang kita menyusun naskah akademik. Saya lebih berharap ada masukan-masukan untuk pengayaan subtansi untuk naskah akademik karena prosesnya masih panjang," jelas Sarkowi saat jadi narasumber diskusi dalam Rapat Kerja Daerah Dewan Kesenian Kaltim di Hotel Grand Sawit, Jumat (24/12/2021). 

Sarkowi menambahkan bila naskah akademik Raperda Kesenian sudah selesai maka akan disampaikan ke rapat paripurna DPRD Kaltim. Dalam rapat itu, akan diputuskan apakah diserahkan ke Komisi IV yang membidangi Kesenian atau membentuk Pansus. 

"Saya telah sampaikan kepada para Ketua Fraksi, karena ini Raperda inisiatif dan kebetulan saya sebagai inisiator perda ini maka saya harap dibentuk Pansus," jelasnya. 

Pembentukan Pansus untuk pembahasan Perda Kesenian, dikatakan Sarkowi, diharapkan dapat melibatkan anggota legislatif yang memahami dunia kesenian.

"Saya berharap orang-orang di dalam pansus adalah orang yang bergelut dunia seni budaya dapat melakukan pendalaman khusus dan nuansa berbeda untuk penyusunan Perda Kesenian," kata Sarkowi. 

Dewan Kesenian Kaltim melaksanakan Rapat Kerja (Raker) ke III ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. Hadir pula Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin dan Dewan Kesehatan kabupaten/kota Kaltim.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim memiliki kepedulian dan perhatian besar terhadap perkembangan seni budaya Kaltim. Tak hanya itu, dorongan untuk kemajuan kesenian juga dilakukan mulai dari sekolah-sekolah, stekholder terkait hingga kepala daerah di kabupaten/kota Kaltim.

"Seluruh kepala daerah, guru, stakeholder untuk bisa mengakomodir tipe kecerdasan yang harus ditumbuhkan bagi generasi muda. Tidak hanya pada bidang olahraga, tapi juga kesenian dan semua harus berjalan secara simultan, supaya anak-anak yang punya potensi dapat berkembang," jelasnya. 

Adanya keluhan lambatnya pengesahan Perda dan Pergub Kesenian oleh Dewan Kesenian Kaltim, Hadi berjanji akan segera berkomunikasi dengan Biro terkait untuk Menindaklanjuti hal tersebut.

"Nanti saya minta Biro Kesra dan Biro Hukum untuk mengkaji Pergub dan Perda itu. Kalau bisa dipercepat atau kalau ada yang kurang atau diperbaiki, ya segera dikomunikasikan, jangan dibiarkan terlalu lama seperti ini. Nanti saya minta untuk ditinjau ulang segera, saya tidak tahu terselip dimana itu karena sudah setahun," jelasnya. (myn)