Tak hanya fokus mengembalikan kejayaan hulu migas, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) wilayah Kalimantan Sulawesi (Kalsul) juga aktif membantu pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi. Termasuk mendukung percepatan program vaksinasi.

ULIL MUAWANAH, Balikpapan

SKK Migas mencatat total dosis vaksin di wilayah Kalsul sebanyak 24.168 untuk dosis pertama dan kedua. Kaltim menjadi daerah terbanyak memperoleh vaksin, hingga 84 persen dari total vaksin yang disediakan atau mencapai 20.256 dosis. Bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota, juga vaksin gotong royong.

“Paling banyak diberikan wilayah Kaltim, mengingat kasus yang cukup tinggi pada tahun lalu dan akhir tahun ini. Sehingga masuk program prioritas,” ucap Kepala SKK Migas Perwakilan Kalsul Azhari Idris, dalam jumpa pers yang digelar di Rocket Mahakam Club Batakan, Kamis (23/12).

Sementara itu untuk capaian hulu migas Kalsul 2021, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Kalsul Roy Widhiarta mengatakan, operasional tetap konsisten bahkan masih bisa melampaui target pemerintah. Lifting migas Kalsul telah mencapai 96 persen untuk minyak mentah dan kondensat. Atau secara nasional 91 persen. Data tersebut berdasarkan realisasi per 21 Desember 2021.

Adapun catatan angka lifting gas bumi untuk capaian nasional sebesar 97 persen. Di mana wilayah Kalsul melebihi target mencapai 106 persen. Secara komposisi untuk minyak dan kondensat 2021 Kalsul, Kaltim menjadi daerah penyumbang terbesar, yakni mencapai 76 persen. Kontribusi lifting Kaltim sebesar 54.023 BOPD dari lifting Kalsul 71.414 BOPD.

Begitupun dengan gas bumi, kontribusi lifting gas bumi Kaltim sebesar 1.153 MMSCFD atau 69 persen dari lifting gas bumi Kalsul 1.666 MMSCFD. “Pertamina Hulu Mahakam tetap jadi kontributor terbesar di Kalsul sebesar 44 persen untuk minyak dan kondensat KKKS Kaltim, kemudian PHSS (Pertamina Hulu Sanga-Sanga) 22 persen lalu PHKT (Pertamina Hulu Kalimantan Timur) 17 persen,” sebut Roy.

“Pertamina Hulu Mahakam juga menempati posisi pertama untuk lifting/salur gas KKKS di Kaltim pada 2021, diikuti Eni Muara Bakau 28 persen. Adapun Eni East Sepinggan 21 persen,” lanjutnya.

Dari tujuh rencana proyek yang masuk dalam program kerja KKKS wilayah Kalsul 2021, Roy menyebut tiga telah terealisasi sedangkan sisanya on going. Pada 2022, direncanakan ada delapan proyek sebagai bentuk kesinambungan.

Eksplorasi dan eksploitasi dilakukan demi mendukung target pemerintah terkait produksi minyak dan gas bumi di Tanah Air. Di mana ditargetkan produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari (bph) dan gas 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030 mendatang.

“Untuk kegiatan eksplorasi berdasarkan usulan awal masih mengalami kendala dengan insentif migas dari pemerintah. Itu masih diajukan, bila disetujui dipastikan kegiatan akan meningkat tahun depan,” ucapnya.

Demi menambah suplai yang ada, dilakukan pula survei di beberapa titik lokasi baru. Roy juga berujar, hingga 2023 nanti produksi masih mengandalkan existing. “Impact dari kegiatan-kegiatan itu baru mulai terlihat 2025 ke depan. Kita harapkan juga insentif migas di PHKT dan PHSS, karena ber-impact pada produksi,” ungkapnya.

Ditambahkan Kepala Departemen Humas SKK Migas Kalsul Wisnu Wardana, tidak hanya terpaku pada bisnis dampak positif dari perusahaan hulu migas memberikan multiplier effect terhadap masyarakat. Data dari program pengembangan masyarakat di Kalsul pada 2020 dari 217 program yang direncanakan telah terealisasi 214 program. Atau secara persentase 94 persen dari rencana telah dilakukan.

Kemudian pada 2021, terdapat 254 program yang masuk dalam rencana kegiatan. Hingga Juni 2021, program yang terealisasi 107. Rencana kegiatan berkaitan lingkungan, infrastruktur, ekonomi, kesehatan, pendidikan, studi dan bencana alam.

“Tahun 2020 hingga 2021, kami lebih fokus terhadap kesehatan dan ekonomi agar segera bangkit kembali. Seperti kegiatan vaksinasi yang massif dilakukan bersama pemerintah daerah sebagai upaya untuk segera keluar dari situasi pandemi ini, pemberian bantuan ambulans, maupun dukungan terhadap UMKM. Program bencana alam menurun, karena kita lihat situasi sekarang bencana di Kalsul juga turun,” bebernya. (*/ndu/k15)