SAMARINDA-Kota Tepian menaruh perhatian yang cukup serius terhadap pembangunan gender. Salah satunya diwujudkan dengan memberikan penghargaan pada sejumlah pihak yang memiliki peranan dalam mewujudkan program pembangunan gender. Pemberian penghargaan itu dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu Tahun 2021, yang diadakan di Ruang Rapat Mangkupelas Balaikota Samarinda, Rabu (22/12).

Penerima Gender Champion pada tahun ini, kata Deasy adalah Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti, Camat Sungai Pinang Siti Hasanah, Camat Samarinda Kota Anis Siswantini, Ketua Forum Puspa Bungah Gerecek Samarinda Ahmad Syahir Idris, Dosen UIN Windie Karina Farmawati, Relawan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat Kelurahan Loa Bakung Yuyun Ariyani, Ketua Mom Preneurs Rahmalinda Barack, dan Wartawati Kaltim Post Catur Maiyulinda.

Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairuddin mengatakan, saat andemi Covid-19, Samarinda mengalami persoalan ekonomi dan kesehatan yang begitu berat, dan ini berdampak pada persoalan sosial yang dialami perempuan dan anak. Hal tersebut berdampak pada menurunnya ekonomi keluarga, kekerasan pada perempuan dan anak, stres anak yang tinggi, dan pendidikan anak.

“Sehingga perlu dilaksanakan kesetaraan, kemitra-sejajaran dan keadilan gender di setiap bidang kehidupan. Artinya, setiap kaum perempuan berhak untuk memperoleh posisi dan promosi setara dengan kaum laki- laki sesuai dengan prestasi dan kemampuannya,” ujarnya, saat membacakan sambutan Wali Kota Samarinda Andi Harun, saat peringatan hari ibu, Rabu (22/12).

Bersamaan, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember merupakan bentuk pengakuan serta penghargaan atas perjuangan perempuan Indonesia dari masa ke masa. Peringatan Hari Ibu di Indonesia bukanlah Mother’s Day, melainkan momentum untuk mendorong perempuan Indonesia menjadi perempuan yang berdaya  dan setara kedudukannya.

“Jika kita melihat sejarah, tentunya perjuangan perempuan bukanlah hal yang mudah. Namun perempuan Indonesia dengan gagah berani menembus batas-batas sosial, bersuara untuk memperjuangkan hak-hak kaumnya dan Bersama dengan kaum laki-laki meraih kemerdekaan,” tuturnya.

Senada, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Deasy Evriyani mengatakan, Gender Champion adalah penghargaan yang diberikan kepada mereka yang berkomitmen besar dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender. Mereka berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat miskin serta mampu bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mewujudkan kesetaraan gender dan keadilan gender.

Tujuan diberikannya gender champion ini adalah memberikan apresiasi kepada pribadi atau pejabat, aktifis LSM atau tokoh masyarakat yang berkomitmen pada kesetaraan gender sehingga terwujudnya keadilan dan kesejahteraan gender di Samarinda. Tentunya penghargaan ini diberikan melalui proses yang panjang, dengan memperhatikan beberapa kriteria penilaian di antaranya komitmen besar dalam percepatan kesetaraan gender, mampu berjuang agar kelompok rentan bangkit dalam keterpurukan, memperjuangkan hak perempuan, dikenal luas terutama kalangan kelompok marjinal, mampu bekerjasama dengan berbagai pihak dalam memperjuangkan gender. (ctr)