BOGOR-Persiba harus mengakui keunggulan Persis Solo pada partai terakhir babak delapan besar Grup X, di Stadion Pakansari, Rabu (22/12) malam.

Hasil ini sekaligus membuat Persiba finis sebagai juru kunci Grup X, tanpa mengantongi poin. Dari tiga laga delapan besar, Beruang Madu tercatat tak sekalipun memetik kemenangan.

Dua gol Ferdinan Sinaga pada menit 69 dan 71 sudah cukup mengantarkan Persis melaju ke babak semifinal Liga 2, mendampingi Rans Cilegon FC yang finis sebagai juara Grup X.

Kendati kalah, Pelatih Persiba Fakhri Husaini tetap mengapresiasi determinasi yang ditunjukkan pemain Persiba sepanjang laga. Dia juga menilai kualitas permainan yang ditampilkan Fredy Isir cs pada laga semalam jauh lebih baik ketimbang dua laga sebelumnya.

"Pemain punya determinasi yang tinggi dan semangat tak mau kalah sepanjang pertandingan. Ini tentu layak mendapat apresiasi," kata Fakhri.

Soal dua gol cepat Persis, Fakhri mengakui merupakan kesalahan lini belakang Persiba. Dua gol tersebut, dinilai Fakhri merupakan gol yang sangat mudah. "Fayrushi  mengalami cidera dan pemain pengganti butuh waktu adaptasi ke dalam permainan. Ini yang jadi kendala di lapangan," ungkap dia.

Di sisi lain, pelatih 56 tahun ini juga menyinggung kepemimpinan wasit yang cenderung berat sebelah. Persiba, kata dia, tak hanya bermain melawan Persis di dalam lapangan. Beberapa keputusan wasit, dianggap Fakhri sangat merugikan Persiba.

"Wasit baru bisa fair play ketika kami sudah ketinggalan 0-2," ujar Fakhri. (hul)