Pada ujung perjalanannya di Liga 2 musim ini, Persiba Balikpapan masih punya tugas penting. Menutupnya dengan hasil terbaik.

 

KEKALAHAN atas RANS Cilegon FC, Minggu (19/12) lalu, memupus impian Persiba Balikpapan yang berhasrat merebut tiket promosi ke Liga 1 musim depan. Dua kekalahan beruntun membuat mereka terdampar di klasemen sementara Grup X babak delapan besar Liga 2 2021.

Meski misi mereka gagal lebih awal, perjalanan Beruang Madu di kompetisi musim ini belum berakhir. Mereka masih memiliki satu laga tersisa. Yakni menantang Persis Solo di Stadion Pakansari, Bogor, malam ini. Pada laga tersebut, mereka ingin meraih kemenangan. Membuktikan bahwa mereka tak hanya jadi pemanis di babak delapan besar.

Pelatih Persiba Fakhri Husaini mengatakan, laga ketiga ini jadi pertaruhan harga diri. Tim asuhannya tak ingin kehilangan poin untuk ketiga kalinya. Walau diakuinya, peluang terbilang sangat kecil. Itu bila melihat komposisi lawan sekaligus statistiknya hingga saat ini. Saat ini Persis Solo berada di peringkat kedua klasemen Grup X dengan torehan masing-masing satu kemenangan dan kekalahan.

Fakhri mengatakan, untuk peluang lolos ke semifinal, Persiba masih punya. Tapi sangat tipis. Syaratnya pun tak mudah. Persiba harus menang dengan skor besar. Belum lagi, setelah menang, mereka masih harus menggantungkan nasib dengan hasil pertandingan RANS Cilegon FC dan Sriwijaya FC. “Meski peluang kecil, laga terakhir ini tetap harus ada perjuangan. Karena ini pertaruhan harga diri. Tidak boleh pulang tanpa poin,” tegas pembesut tim Aceh di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua.

Demi memastikan adanya poin yang diperoleh untuk menutup kiprah Persiba di kompetisi musim ini, dia telah mengevaluasi kekurangan dalam dua pertandingan terakhir. Termasuk penyebab gol-gol yang membobol gawang mereka yang disebut akibat dari kelengahan pemain. Dia ingin kelemahan seperti itu bisa diperbaiki dan pemain bisa memberikan yang terbaik.

Tak hanya mengevaluasi tim, mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 ini sudah melihat gambaran kekuatan tim Persis. Walau dihuni para pemain berkualitas dan berpengalaman, mereka tetap punya kekurangan dan kelebihan.

Terbukti, tambah Fakhri, dalam dua laga terakhir Persis juga mencatatkan kebobolan. Terutama di laga perdana, ketika mereka harus kebobolan empat gol oleh RANS Cilegon FC. Dia berharap, yang sudah disiapkan untuk membongkar kelemahan Persis dan meredam kelebihannya bisa diterapkan pemain.

Ia juga memastikan di laga terakhir nanti tetap akan menurunkan skuat terbaiknya. “Sejauh ini, para pemain inti termasuk pemain lainnya, semua siap main. Hanya Yogi Novrian dan beberapa nama masih harus dilihat lagi. Karena saat ini Yogi kurang fit akibat flu sehingga tidak diturunkan di laga kedua,” tuntas Fakhri. (*/okt/ndy/k8)