BALIKPAPAN-Kasus pencabulan dengan tersangka SJ (61), terhadap cucu tirinya kini masuk tahap P19 alias pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi. Kuasa hukum korban Daeng Sapurah mengatakan, dalam waktu dekat penyidik Polda Kaltim bakal meminta keterangan tambahan kepada kliennya.

“Iya saya dapat informasi besok penyidik akan mendatangi keluarga korban untuk memenuhi berkas pemintaan jaksa,” ungkap perempuan yang kerap disapa Ipung ini.

Sebagai informasi, korban bersama sang ibu saat ini tengah berada di Pulau Dewata, Bali. Dalam proses pengambilan keterangan nanti, Ipung juga akan mendampingi. 

Ipung menambahkan, korban dan sang ibu memang memilih tinggal di Bali untuk sementara waktu. Hal ini tak lepas dari terror yang selama ini diterima ibu korban saat berada di Balikpapan.

“Klien saya merasa terganggu dengan banyaknya telepon masuk dari nomor tak dikenal. Banyak juga yang menawarkan bantuan secara instan untuk menangani kasus ini,” ungkap Ipung.

Dia meneruskan, selain meminta keterangan tambahan, penyidik diminta Kejaksaan Tinggi Kaltim untuk menyita handhone milik ibu korban. Diketahui, handphone tersebut berisi rekaman penjelasan korban terkait kasus pencabulan yang menimpa dia. “Seharusnya tidak perlu ada penyitaan barang dari pihak korban,” kata Ipung.

Kasus pencabulan yang menimpa bocah berusia 9 tahun sudah bergulir cukup lama. Bahkan, setelah ditetapkan tersangka, SJ sempat melakukan upaya praperadilan meski akhirnya ditolak Pengadilan Negeri Balikpapan, akhir November lalu.

Setelah praperadilan ditolak, kini kabarnya SJ bakal meminta penangguhan penahanan atas dirinya. (hul)