Barcelona telah menemukan momen kebangkitan. Kesempatan untuk merapat kembali ke papan atas.

 

SEVILLA – Seharusnya, ucapan entrenador Real Madrid Carlo Ancelotti pada akhir pekan lalu (18/12) melecut FC Barcelona. Apalagi, kemarin (20/12) Real terpeleset di rumah sendiri, Estadio Santiago Bernabeu. Saat menjamu Cadiz CF, Real tertahan tanpa gol.

 ”Barca bukanlah rival kami untuk saat ini karena masih ada klub lain yang lebih dekat dengan kami seperti Sevilla atau (Real) Betis,” begitu pernyataan Carletto – sapaan akrab—Carlo Ancelotti.

 Sevilla memang satu setrip di bawah Real dengan gap enam poin (43-37), tapi Los Merengues memainkan satu laga lebih banyak (18-17). Betis menyusul di peringkat ketiga dengan 33 poin dari 18 laga. Gap yang tidak terlalu jauh dengan Barca di peringkat ketujuh (27 poin) dari 17 laga.

 Makanya, kemenangan atas Sevilla di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan dini hari nanti(siaran langsung beIN Sports 1/UseeTV GO pukul 04.30 Wita)bukan hanya kesempatan Barca merapatkan gap dengan papan atas. Melainkan juga untuk membungkam mulut Carletto.

 Seperti selalu disuarakan Cules, Barca tetap rival utama Real. Terlebih, Barca akhirnya bisa mencatatkan kemenangan pertama pada Desember dengan menaklukkan Elche CF 3-2 di Camp Nou dua hari lalu (19/12). Kemenangan yang ditandai dengan gol perdana para pemain muda seperti Gavi dan Ferran Jutgla.

 Khusus Gavi, performanya sedang on fire. Dalam dua jornada terakhir, gelandang 17 tahun itu menciptakan 1 gol dan 2 assist. Kembali ke Sevilla pun seperti homecoming bagi Gavi yang kelahiran Los Palacios y Villafranca, salah satu kota di Provinsi Sevilla.

 ”Aku sangat familier dengan Sevilla (FC),” ucap Gavi yang pernah masuk akademi Betis tersebut kepada Movistar Futbol. ”Tapi, ini bukan urusan pribadi,” tandas pemain yag sudah punya 4 caps di timnas Spanyol tersebut.

 Jika tidak ada aral, Gavi akan bersaing dengan Ivan Rakitic dini hari nanti. Rakitic adalah gelandang sekaligus kapten Sevilla yang pernah enam tahun memperkuat Barca (2014—2020). Usia Rakitic juga hampir dua kali lipat dari usia Gavi, yakni 33 tahun.         

 Musim pertama Rakitic bersama Barca sekaligus musim terakhir Xavi Hernandez bermain untuk Blaugrana. ”Pertemuan yang aneh (dini hari nanti, Red) karena Xavi sekarang adalah pelatih Barca dan ada banyak gelandang-gelandang yang mengingatkanku dengan Xavi di tim Barca saat ini. Gavi adalah fenomena,” beber Rakitic yang memenangi quintuple atau lima gelar bersama Barca sepanjang kalender 2015 (La Liga, Copa del Rey, Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub) itu seperti dilansir Football Espana.

 Entrenador Sevilla Julen Lopetegui turut memberikan atensi terhadap perkembangan Gavi. ”Dia pemain yang berbeda untuk pemain di usianya. Dia lebih dari sekadar hadiah (yang muncul setiap tahun dari akademi Barca, Red),” tutur Lopetegui.(ren/dns/jpg/tom)