SEAKANtak mau kalah dari Real Madrid yang telah merenovasi markasnya, Estadio Santiago Bernabeu, FC Barcelona pun berancang-ancang memperbesar kandangnya, Camp Nou. Megaproyek tersebut dinamai Espai Barca.

 Senin (20/12), proyek yang akan menelan dana sebesar EUR 1,5 miliar (Rp 24,3 triliun) itu telah mendapat lampu hijau untuk dijalankan. Dari 48.623 socios (mitra resmi) Barca di seluruh penjuru dunia yang berhak memberikan vote, yang setuju mencapai 42.693. Lalu, 5.055 di antaranya menolak dan 875 abstain.

 Keuangan Barca yang goyah semusim terakhir memang membuat Espai Barca diragukan bisa berjalan. Musim lalu, neraca keuangan Barca rugi EUR 481 juta (Rp 7,81 triliun). ”Setelah ini (ada lampu hijau, Red), kami akan bekerja untuk menemukan pembiayaan terbaik bagi Espai Barca,” kata Presiden Barca Joan Laporta kepada Barca TV.

 ”Kami adalah klub besar. Kami membutuhkan bermain di stadion yang lebih besar dan lebih modern, sama seperti klub-klub top Eropa lainnya,” imbuh Laporta. Kapasitas Camp Nou bakal diperluas dari 99 ribu penonton menjadi 105 ribu penonton.

Selain meliputi pembangunan Camp Nou yang baru, juga termasuk pembenahan kompleks olahraga Palau Blaugrana, pembangunan beberapa gedung perkantoran, hotel dan kawasan urban. Namun, hal tersebut masih perlu menunggu kesepakatan dengan dewan kota Barcelona.

Sebenarnya pembangunan proyek tersebut sudah dicetuskan oleh dewan manajerial sekaligus mantan Presiden Barcelona Sandro Rosell pada 2013. Kemudian sempat dikembangkan presiden Barcelona selanjutnya Josep Maria Bartomeu.

Awalnya megaproyek tersebut diperkirakan akan menghabiskan EUR 600 juta, namun setelah restrukturisasi biaya baru, nilainya naik menjadi EUR 1,5 miliar. Pembangunan Espai Barca setidaknya dapat dimulai pada musim 2022 dan diprediksi tuntas pada 2025. Untuk musim 2023-2024, tim Barcelona dapat menggunakan Stadion Olimpiade Montjuic sebagai markas sementara.(jpg/tom/k15)