PENAJAM–Banjir yang merendam tiga Desa Bukit Raya, Desa Sukaraja, dan Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Jumat (17/12), dan berdampak pada 101 kepala keluarga (KK), 101 rumah, serta 1 musala, kini, telah surut.

Meski demikian, warga yang berada pada kawasan ibu kota negara (IKN) baru itu tetap diminta selalu meningkatkan kewaspadaan. Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam siaran pers yang diterima Kaltim Post, kemarin, menyebutkan, banjir melanda tiga desa pekan lalu itu diakibatkan oleh tingginya intensitas hujan dan disertai adanya pasang air laut (ROB).

Faktor itu yang membuat air sungai yang seharusnya mengalir ke laut tertahan dan meluap ke permukiman warga. “Saat kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU bersama TNI/Polri, Dinas PUPR, Dinas Sosial, PMI, masyarakat, dan OPD terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi, pemantauan dan pendataan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Dia mengungkapkan, peristiwa banjir tersebut berlangsung sekitar 1–2 jam, kemudian langsung surut mengikuti turunnya pasang surut air laut. Karakteristik bencana banjir di Kecamatan Sepaku ini, kata dia, adalah banjir yang tidak lama atau dengan kata lain banjir akan segera surut, tinggi muka air segera turun bersamaan dengan turunnya air laut.

Sementara itu, lanjut dia, BPBD PPU secara terus-menerus menyebarkan informasi kebencanaan kepada masyarakat baik melalui jejaring media sosial maupun berkoordinasi dengan aparat daerah setempat untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Meskipun banjir kali ini sudah surut, tapi adanya prakiraan pasang surut air laut dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan-Balikpapan pada periode 15–23 Desember 2021 patut jadi perhatian. Diprakirakan ketinggian pasang maksimum antara 2,6 meter sampai dengan 2,8 meter.

Dikatakannya, BNPB mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan meningkatkan kesiapsiagaan, antara lain dengan memahami rute evakuasi dan daerah yang lebih aman dari banjir.

Kemudian jika banjir sudah terjadi agar mewaspadai adanya saluran air, lubang, dan tempat-tempat lain yang tertutup genangan banjir dan menghindari tersengat listrik dengan mematikan sumber listrik yang ada. (ari/kri/k8)