Meski sudah tak lagi zona merah, namun guna mencegah adanya penyebaran Covid-19, pada Natal dan tahun baru (Nataru) tahun 2021 ini dipastikan tempat hiburan malam (THM) serta karaoke di Samarinda tutup. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Samarinda, Sucipto Wasis. 

"Walaupun kita clean dalam kondisi hijau, bukan berarti kita gegabah melepaskan segala sesuatu," kata Sucipto Wasis. Apalagi kata dia, sudah ada kesepakatan antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) wilayah Pemkot Samarinda dan Polresta Samarinda pada Selasa (14/12) lalu.

Untuk diketahui, Samarinda telah berstatus PPKM Level 1 dimana seluruh kecamatannya berada di zona hijau. Tetapi, pemerintah mengambil upaya kehati-hatian selama perayaan Nataru,  guna mencegah kenaikan kasus positif Covid-19. "Kalau tempat hiburan itu semua, seperti THM dan karaoke ditutup semua. Sekali lagi kita tidak mau mengambil risiko," tegasnya.

Sementara itu Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman menerangkan, dalam Nataru pihaknya akan menurunkan 5.000 tim gabungan. Tim gabungan ini terdiri dari unsur TNI-Polri, Satpol PP, dan BPBD. "Kami melaksanakan pengamanan besar-besaran. Kalau dihitung lebih dari satu batalyon, atau sekitar 5.000 personel gabungan yang akan dikerahkan melakukan pengamanan," jelas Arif.

Tim gabungan ini akan melakukan razia di tempat hiburan tersebut. Baik razia protokol kesehatan, juga razia rutin mencegah kejahatan. Selain itu, akan mendirikan posko pengamanan, posko pelayanan, dan posko terpadu. Titik posko tersebut berada di pusat perbelanjaan, area pelabuhan, bandara, dan gereja.

Disinggung mengenai pembatasan arus lalu lintas, Arif mengakui pembatasan tidak begitu ketat seperti ketika PPKM Level 4.  "Kita lihat dulu nanti situasi pastinya. Karena pembatasan diikuti dengan level di masing-masing kota. Sekarang Samarinda level satu dan agak longgar. Tapi jangan lengah, kita harus sama-sama mempertahankannya agar tidak terjadi lonjakan kasus," pungkas Arif.  (pro)