SAMARINDA - Anggota Pansus RUU Ibu Kota Negara (IKN) G Budisatrio Djiwandono menjelaskan dalam pembahasan RUU pihaknya juga mendorong agar dilakukan rehabilitasi lahan rusak di Kaltim. Ini dilakukan agar pembangunan tidak hanya fokus di IKN, tetapi juga daerah penyangga.  

“Lahan yang selama ini terdegradasi (di Kaltim lokasi IKN dan daerah penyangga) harus segera ditangani. Kalau tidak memperbaiki lahan yang rusak bisa terjadi bencana seperti banjir,” jelas Budi yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPR RI di Samarinda, Senin (20/12/2021). 

Budisatrio menggelar silaturrahmi dan menyerap aspirasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) di Hotel Mercure. 

Saat ini, Pansus tak memiliki target untuk menyelesaikan RUU IKN meski pemerintah menargetkan pada awal 2022. Penyusunan RUU IKN, dikatakan Budisatrio, harus dengan prinsip kehati-hatian. 

 “Saya mengajak semua stakeholder untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian,” tandasnya. 

Untuk diketahui, DPR RI memangkas jumlah keanggotaan  Pansus RUU IKN, dari 56 menjadi 30 orang. Perubahan ini mengacu UU Nomor 13 Tahun 2019 tentang perubahan ketiga atas UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR DPR, DPD, dan DPRD. 

Budisatrio mengatakan pansus saat ini tengah melakukan inventarisasi potensi masalah terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).  

"Kami perlu mendapat masukan, dukungan dari seluruh stakeholder yang ada di Kaltim. Apakah itu akademisi, masyarakat adat dan organisasi masyarakat dan Mahasiswa,” kata Politisi Muda Fraksi Gerindra DPR RI ini. 

Menurutnya, banyak cluster catatan yang perlu terus dikawal supaya Undang-Undang yang dilahirkan benar-benar mendatangkan manfaat yang riil untuk masyarakat Kaltim itu sendiri. 

Dalam kegiatan ini, Budi mengingatkan kepada seluruh warga Indonesia termasuk warga Kaltim untuk selalu mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) karena virus covid-19 belum usai.

“Saya mengimbau dan mengingatkan kepada kita semua untuk selalu mematuhi Prokes karena situasi pandemi covid-19 belum berakhir,” katanya. 

Menjadi bagian Pansus RUU IKN, Budi berharap kepada semua yang hadir dalam agenda itu bisa menyebar luaskan informasi untuk saling mengingatkan kepada keluarga dan masyarakat secara luas.

“Kita berharap dengan menyebar luasnya informasi tentang bahaya bisa mengantisipasi dengan cara mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker,” ujarnya.(myn)