PENAJAM-Informasi percakapan yang beredar melalui platform perpesanan WhatsApp (WA) dari guru ke guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di Penajam Paser Utara (PPU), yang isinya pemberitahuan dana hibah segera dibayar bulan ini, ternyata tidak benar.

“Tidak benar itu. Sampai hari ini kami masih menunggu kepastian apakah ada dana di kas daerah atau tidak. Kalau ada, mau dialokasikan ke mana, kami menunggu saja. Kalau diminta buatkan surat penyediaan dananya (SPD), kami buat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU Alimuddin, Minggu (19/12).

Ia mengatakan itu menanggapi pewartaan media ini yang terbit pada Jumat (17/12). Dalam berita itu disebutkan, guru-guru PAUD di PPU bergembira, menyusul broadcast yang beredar pada platform perpesanan WA, Kamis (16/12). Pesan yang dikirim dari satu WA ke WA sesama guru PAUD itu berisi percakapan antara guru dengan bagian keuangan Disdikpora PPU.

Dalam percakapan yang beredar itu, bagian keuangan Disdikpora PPU menginformasikan bahwa dana hibah yang tertunggak 10 bulan pada 2021 segera dibayarkan akhir Desember 2021 ini. “Wah, beneran kah cair? Kapan, bulan ini kah? Wah, hebat dapat uang dari mana bayar 10 bulan?” tulis seorang guru PAUD kepada pegawai yang disebut di bidang keuangan Disdikpora PPU itu.

Kemudian dijawab, “Tidak tahu itu, bu, pemkab yang usahain. Kan masuk siaran tv swasta yang kemarin demo itu. Hanya PAUD saja yang cair. Insentif untuk PNS belum,” katanya.

Kaltim Post mendapatkan pesan WA yang diteruskan berkali-kali terkait isi percakapan itu dari Haris Sidharta, guru PAUD di Sotek, Kecamatan Penajam, PPU. Ia mengaku bersyukur apabila dana hibah PAUD untuk periode Maret-Desember 2021 itu benar dibayar sebelum akhir tahun ini. “Tentu saja, kami menyambut gembira apabila isi percakapan itu benar,” kata Haris Sidharta.

Koran ini kemudian berusaha mengonfirmasi kebenaran isi percakapan tersebut dengan menghubungi Kepala Disdikpora PPU Alimuddin. Namun, beberapa kali telepon selulernya saat dihubungi media ini tidak diangkat. Begitu juga pesan yang dikirim lewat WA yang sudah masuk ke telepon selulernya belum dibaca. Namun, kemarin, Alimuddin menghubungi media ini dengan mengatakan bahwa informasi itu tidak benar. “Tidak benar WA yang beredar itu. Kalaupun benar harusnya informasinya dari dinas, bukan dari staf yang tidak membidangi,” kata Alimuddin, kemarin.

Ratusan guru TK dan PAUD se-PPU menuntut dana hibah dengan cara demo ke gedung DPRD PPU dan Pemkab PPU, Senin (13/12).  Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud mengusahakan sisa dana hibah yang 10 bulan bisa dibayarkan selambatnya akhir tahun ini. Besaran yang akan diterima para guru TK dan PAUD itu, ucap bupati, Rp 3,4 juta per bulan.

Namun, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU Muliadi kepada wartawan, dalam kesempatan terpisah, menegaskan tak akan mencairkan dana hibah tersebut. Alasannya, pemerintah daerah tak memiliki kecukupan anggaran jelang tutup 2021 ini. “Kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk itu. Bukan kita tidak mau, karena alokasi anggaran tahun ini tidak cukup,” kata Muliadi. (ari/far/k16)