ABU DHABI - Rafael Nadal akhirnya kembali ke lapangan. Setelah absen sejak Agustus lalu akibat cedera kaki kiri, mantan petenis nomor wahid itu melakon turnamen pertamanya di Mubadala World Tennis Championship (MWTC). Meski kalah dari lawan tangguhnya di masa lalu Andy Murray, Nadal mengaku gembira dengan perkembangan performanya.

’’Aku tidak berpikir bisa bermain sebaik ini beberapa pekan lalu,’’ ucap Nadal dilansir AFP. Menurutnya, saat ini, yang diperlukan menemukan lagi feeling-nya setelah lama tak berlaga di level tertinggi. ’’Sesuatu yang bisa didapatkan kembali secara otomatis di saat kita berada dalam atmosfer kompetisi,’’ tandasnya.

Murray mengalahkan Nadal dua set langsung 6-3, 7-5 pada babak semifinal turnamen eksibishi Mubadala World Tennis Championship di Abu Dhabi. Ini adalah pertemuan kali pertama kedua petenis gaek ini sejak Mei 2016 silam. Saat itu keduanya bersua di semifinal Madrid Master.

"Aku dan Nadal sudah bermain di banyak pertandingan penting selama ini," ucap Murray dilansir BBC. "Kami berdua juga sudah banyak melewati berbagai cedera. Jadi, aku merasa lega kami bisa bertanding seperti ini lagi," tambah petenis 34 tahun tersebut.

Murray juga sempat berseloroh sebelum pertandingan kemarin. Yang dia harapkan di laga ini adalah hanya tidak ada yang keluar lapangan dengan cedera. "Karena ini adalah pertarungan dua pria tua," ucap Murray saat itu.

Sepanjang karir, dua petenis senior ini memang sudah 25 kali bertemu di berbagai ajang. Keduanya mulai bentrok di panggung tenis tertinggi sejak 14 tahun silam atau pada 2007. Dari 25 pertemuan itu, 17 di antaranya terjadi di turnamen grand slam maupun master. Untuk sementara, Nadal masih unggul head to head dengan skor 17-8.

Meski sama-sama berstatus mantan ranking satu dunia, performa Nadal memang lebih konsisten. Petenis 35 tahun itu sekarang masih bertahan di ranking enam dunia. Dia juga sudah mengumpulkan 20 gelar grand slam sepanjang karir.

Di lain sisi, Murray dalam tiga tahun terakhir lebih sering berkutat dengan cedera pinggulnya yang sering kambuh. Dia bahkan sudah dua kali naik meja operasi untuk mengatasi cedera tersebut.

Gara-gara itu, petenis satu-satunya yang tercatat mampu meraih medali emas Olimpiade secara back to back pada 2012 dan 2016 itu saat ini sudah terlempar ke ranking 134 dunia. Sepanjang karir, Murray hanya bisa memenangi grand slam sebanyak tiga kali. Yakni di Wilmbledon pada 2013 dan 2016. Serta di Amerika Serikat (AS) Terbuka pada 2012.

"Untuk turnamen pertamaku setelah cedera, aku merasa penampilanku tidak buruk," ucap Nadal kepada BBC. "Setelah cukup lama absen di pentas profesional, perasaanku mulai membaik," tambahnya.

Nadal menambahkan, dia juga ikut senang bisa melihat Murray bertanding lagi dan lepas dari cedera parahnya. "Dia sudah kembali menemukan level permainan tertingginya," ucap Nadal.

Di babak final, Murray akan menghadapi tantangan berat. Lawannya adalah petenis muda Rusia yang tengah naik daun yakni Andrey Rublev. Petenis 24 tahun itu saat ini menduduki ranking lima dunia. Dia menembus final setelah kemarin mengalahkan petenis Kanada Denis Shapovalov 7-6(5), 3-6, 6-4. (irr/cak)