SAMARINDA - Penanganan kasus covid-19 pada 2022 masih jadi perhatian Pemprov Kaltim. Pos anggaran yang bisa diperuntukkan penanganan kasus covid-19, pun ditambah.

Sekprov Kaltim M Sa'bani menjelaskan  biaya tidak terduga (BTT) dianggarkan sekitar Rp 271 miliar di 2022. Dia pun menjelaskan, sebelumnya Gubernur Kaltim Isran Noor memang menyebut BTT bakal dianggarkan Rp 800 miliar. Namun, ternyata pemahaman ini dikoreksi lagi oleh pihaknya.

"Tadinya kita terjemahkan surat Mendagri itu kita pikir 5 persen dari anggaran sebelumnya. Kita cermati. Konsultasi bukan lima persen dari anggaran sebelumnya.  Bukan begitu membacanya ternyata. Surat Mendagri awalnya seperti itu kita pikir. Kita tambah lima persen dari anggaran sebelumnya. Ternyata ditambah minimal 5 sampai 10 persen dari BTT sebelumnya," jelas dia.

Sedangkan, sebelumnya anggaran BTT pada APBD murni 2021 diatur sebesar Rp 251 miliar. Artinya, ada kenaikan sekitar Rp 20 miliar dari sebelumnya.

Penanganan kasus covid 19 pada 2022 tetap menjadi prioritas. Pasalnya, tanda-tanda kasus ini berubah jadi endemi belum nampak jelas. Kasus masih ada. Meskipun, belakangan mulai menurun. Pemprov Kaltim pun terus menggencarkan vaksinasi, agar herd immunity di Kaltim bisa tercapai. Untuk saat ini saja, capaian vaksinasi dosis 1 di Kaltim di angka 78 persen.  Lalu dosis kedua 58 persen. (nyc)