SAMARINDA - Menjadi manusia HMI harus selalu berusaha untuk melakukan kebaikan yang bermanfaat bagi orang banyak dengan dilakukan secara ikhlas. 

Untuk itu, diperlukan memiliki sifat intelektual dan idealisme, peka dan sensitif memandang persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan. Dan lahir tumbuh menjadi entitas (model) yang memiliki paradigma ilmiah bukan emosional semata. 

Demikian hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Mulawarman Prof Dr Masjaya saat menjadi narasumber Stadium General Latihan Kepimpinan (LK) II atau Intermediate Training Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang kota Samarinda, Sabtu (18/3/2021). 

"Ciri dan gaya khas mahasiswa terletak pada ide atau gagasan kemajuan yang luhur dalam menawarkan solusi atas persoalan-persoalan bangsa yang ada," jelas Rektor Unmul Masjaya. 

Prof Dr Masjaya mengatakan manusia HMI adalah kualitas insan cita HMI berjiwa penuh dengan gagasan kemajuan, selalu mencari pembaharuan dan bersifat independen, terbuka serta solutif. 

"Manusia HMI juga adalah insan yang menyadari potensi sehingga dapat berkembang. Dan kiprah kontribusi kader HMI di masa lalu menjadi rujukan masa mendatang yang menguatkan nilai-nilai kebangsaan," katanya. 

LKI II HMI kali ini diikuti 45 peserta berasal dari 33 Provinsi se Indonesia berlangsung 16 Desember sampai 23 Desember 2021 di Gedung Dewan Guru Disdik Provinsi Kaltim. Kegiatan ini mencari bibit-bibit unggul untuk regenerasi kepemimpinan bangsa. 

Ketua HMI Samarinda Nur Hariyani menjelaskan Rektor Unmul Prof Dr Masjaya merupakan alumni HMI dari Makassar yang sangat mendukung kegiatan LK II HMI yang bisa meningkatkan kapasitas para mahasiswa. 

"Sebagai alumni HMI, Rektor Unmul merasa berkewajiban untuk mendukung LK II HMI ini. Dan kegiatan ini untuk mencari bibit-bibit unggul regenerasi masa depan. Karena saat ini banyak persoalan-persoalan dihadapi negara kita, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang tangguh," kata Nur Hariyani. (myn)