SAMARINDA - Sekitar 4 ribu ahli waris pasien covid-19 yang meninggal di Kaltim, akan menerima santunan.

 Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dissos) Kaltim Agus Hari Kesuma. Dia memaparkan SK Gubernur soal pemberian santunan itu sudah turun. Total ahli waris yang mendapat santunan adalah 4.289 orang dengan besaran Rp 10 juta tiap orang. Meski begitu, data yang dipublikasikan Dinas Kesehatan Kaltim, jumlah kasus kematian akibat Covid-19 mencapai 5 ribu orang lebih.  Artinya, masih ada selisih sekitar seribuan.

Agus pun menjelaskan alasan jumlah santunan dan data kematian berbeda itu ada beberapa sebab. Pertama lima ribu itu bisa saja dia bukan orang Kaltim. Lalu yang kedua bisa saja status saat kematian adalah probable. Sehingga tak cukup syarat. Kemudian, ketiga bisa saja dia tidak mendaftar.

"Karena mungkin dia merasa mampu dan sebagainya," sambungnya.

Lanjut Agus, sebab keempat, bisa saja data kesehatan yang dipublikasikan itu salah

"Bisa aja salah. Karena kami ini kan data dari rumah sakit. Itu kan orang meninggal didata," sebut Agus.

Termasuk, mereka yang meninggal ketika isolasi mandiri, tetap terdata di layanan kesehatan. Sebab, ada laporan ke rumah sakit. Ada data fasilitas kesehatan juga. Sebab, kalau meninggal, keluarga harus lapor. 

"Kalau dia tidak lapor. Tidak tahu kita. Kalau isoman kan lapor puskesmas. Termasuk kan ada juga surat PCR nya,"  pungkas dia. (nyc)