Pernyataan merasa dianaktirikan tidak hanya berlaku bagi Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), yang masih jauh dari perhatian pemerintah. Selain jembatan yang menghubungkan Kecamatan Loa Janan Ilir dengan Sungai Kunjang itu, protes juga disuarakan warga terhadap kondisi Jalan Teratai, RT 1, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, yang mengalami kerusakan parah.

 

SAMARINDA–Kondisi jalan yang sudah rusak sejak bertahun-tahun sampai sekarang tidak jelas perbaikannya. Hal itu membuat warga Loa Buah merasa miris dan iri dengan pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur di wilayah lain.

"Kalau mengusulkan mungkin sudah lelah, karena setiap warga mengeluh dengan kondisi jalan itu. Saya selalu menyampaikan ke kelurahan. Bahkan setiap ada kunjungan pejabat juga saya sampaikan," ungkap Darsah, ketua RT 1.

Akibat jalan yang rusak parah, waktu tempuh ke wilayah Kelurahan Loa Bakung bisa memakan waktu lebih dari satu jam. "Padahal bersebelahan saja, jadi kalau tidak penting-penting betul tidak jalan. Belum lagi bahaya karena selalu berpapasan atau beriringan dengan truk besar," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Malik, ketua RT 3, yang wilayahnya lebih mendekati Jembatan Mahulu. "Mulai jalan sampai penerangan semua minim perhatian. Saya pun sudah sering melaporkan, tapi belum juga diakomodir," ucap Malik. Dia bahkan sempat bingung dengan status pemeliharaan jalan, yang tanggung jawabnya berada di Pemprov Kaltim, namun penanganan lambat. "Ya jalan maupun jembatan itu kan disebut sebagai jalur akses perekonomian, namun kerusakan jalan dan minimnya penerangan tidak segera diatasi. Terlebih jalan serta jembatan itu merupakan jalur utama warga bekerja, tidak hanya yang tinggal di Loa Buah, tapi juga dari wilayah lain," tandasnya.

Soal penerangan di Jembatan Mahulu, sebelumnya dijelaskan Plt Kepala Dishub Samarinda Herwan Rifai, ketika mereka menerima penyerahan pengelolaan aset dari pemerintah provinsi ke Samarinda awal 2021, kondisi lampu penerangan menyala semua. Namun, berjalan beberapa bulan, jaringan kabel lampu dicuri, sehingga kondisi jembatan gelap gulita ketika malam. "Kami sudah membuat laporan kepada kepolisian. Kemudian melakukan perbaikan," tegas Herwan.

Namun, aksi pencurian kembali terjadi di jembatan yang membentang di atas aliran Sungai Mahakam sepanjang 799,8 meter tersebut. Ketika tim Dishub Samarinda melakukan kroscek, ternyata jaringan kabel kembali hilang. "Kami turunkan anggota, sudah seminggu. Karena jaringan, jadi harus ditelurusi kabel yang hilang untuk diganti. Pengalaman yang lalu, hampir sebulan selesai," bebernya. Yang masih diperbaiki saat ini adalah arah Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang. "Sebelum ada unjuk rasa yang ramai di media sosial, sebenarnya sudah saya perintahkan anggota untuk memeriksa. Dan laporan ke saya, kabel jaringan dicuri dan dipotong hampir 20 meter. Jadi, pelan-pelan diperbaiki," terangnya.

Dia berharap, ketika perbaikan sudah dilakukan dan kondisi lampu di Jembatan Mahulu menyala, peran masyarakat dibutuhkan untuk bisa ikut melakukan pengawasan. "Tolonglah masyarakat menjaga juga, jangan sampai permasalahan berbalik. Jangan begitu mati, kami telusuri masalahnya di kabel yang dicuri lagi. Kalau masalahnya lampu, tidak sampai sejam selesai," tegasnya. (kpg/oke/rin/dra/k16)