Zlatan Ibrahimovic terus berusaha mengangkat performa AC Milan setelah tersingkir dari Liga Champions. Sayang statistik tidak mendukungnya di San Siro.

 

MILAN–Pada Laga berat melawan Napoli, Rossoneri sangat berharap kepada Zlatan Ibrahimovic untuk bisa mendapat kemenangan. Tambahan tiga poin akan berarti agar AC Milan dapat menempel rival sekota mereka, Inter, yang kini nyaman sebagai capolista.

Saat ini, AC Milan yang berada di peringkat kedua klasemen mengoleksi 39 poin sedangkan Inter mengantongi 43 poin setelah kemenangan besar 5-0 atas juru kunci Salernitana, kemarin. Tentu kontribusi Ibrahimovic sangat dibutuhkan oleh allenatore Stefano Pioli pada laga di San Siro dini hari nanti (Live bein Sports 2/Vidio pukul 03.45 Wita).

Ibra yang berusia 40 tahun memang hingga saat ini masih menjadi striker paling produktif di Rossoneri.Namun sayangnya, 7 dari golnya hanya 1 yang dicetak di San Siro. Satu-satunya gol tersebut diciptakan saat September lalu ketika menghadapi Lazio. Sementara lainnya tercipta ketika tandang, termasuk yang terakhir saat Milan ditahan Udinese 1-1 (11/12).

“Pertandingan nanti menjadi malam yang penuh tantangan bagi Ibra. Ia harus berusaha mematahkan kutukan tersebut,” tulis Corriere dello Sport.

Di sisi lain, Rossoneri juga sedang dalam ujian berat karena stok penyerangnya dilanda cedera. Sebut saja Rafael Leao, Ante Rebic, dan Pietro Pallegri masih harus menepi. Sedangkan Olivier Giroud dilaporkan masih berlatih terpisah dari anggota skuat yang lainnya dan tidak masuk seleksi pemain karena kondisinya belum mendekati puncak.

Soal posisi striker memang jadi pekerjaan rumah bagi AC Milan. Zlatan Ibrahimovic diperkirakan akan bermain satu musim lagi, setelah itu memutuskan pensiun. Sementara pelapisnya, Giroud, tak lagi muda dengan usia 35 tahun. Karena itu, menjelang bursa transfer musim dingin, Milan segera menyiapkan rencana era pasca-Ibrahimovic.

Target lama, yaitu Patrik Schick, masih dalam radar mereka karena bermain bagus untuk Bayer Leverkusen. ”Sayangnya dia akan sangat mahal, karena klub Jerman itu telah memasang harga EUR 40–50 juta. Dan ini adalah penandatanganan yang sulit,” tulis Tuttosport.

Di kubu lawan, Napoli juga dalam situasi yang rumit. Il Partenopei tanpa bintang sekaligus kapten mereka Lorenzo Insigne yang cedera. Ban kapten pun akan diemban oleh Dries Mertens yang akan dipasang di ujung tombak serangan.

Penyerang asal Belgia itu pun sejauh ini belum pernah mencicipi gol di San Siro. Pertandingan dini hari nanti pun akan menjadi kesempatannya untuk mencetak gol. Dia pun didukung rekor di mana dari 17 laganya melawan AC Milan, 9 di antaranya mendapatkan kemenangan, 5 seri, dan 3 kalah. Dia terakhir kali membobol gawang Milan saat laga di Stadio Diego Armando Maradona pada 23 November 2020, namun sayang saat itu justru Napoli yang menelan kekalahan 1-3. (tom/k8)