SAMARINDA–Kejuaraan provinsi (kejurprov) bridge Kaltim berlangsung sejak Sabtu (18/12). Ajang yang digelar selama dua hari ini, berlangsung di gedung PWI Kaltim, Samarinda.

Ketua panitia kejurprov bridge Kaltim Iskandar mengatakan, kejuaraan ini diikuti enam daerah. Terdiri dari Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar), Berau, Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Dia menyebut, semua daerah memiliki potensi untuk unggul. Menurutnya, tidak ada daerah yang mendominasi. “Kekuatannya hampir merata. Walau kekalahan kecil juga bisa jadi fatal,” sebutnya.

Berbicara soal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VII/2022 nanti, Iskandar menjelaskan, akan ada sembilan kelas yang dipertandingkan. Berbeda dengan edisi sebelumnya yang hanya mempertandingkan dua kelas saja. Sebab, mengingat durasi kejuaraan kemarin yang cukup minim.

Sementara itu, Pengurus Kota (Pengkot) Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Balikpapan menurunkan 23 atletnya. Yang terdiri dari 15 putra dan 8 putri. “Kami sih targetkan bisa sapu bersih. Jadi juara 1, 2 dan 3 itu Balikpapan yang pegang,” ujar Sekretaris Pengkot Gabsi Balikpapan Hendrik Lapian.

Ditambahkan Ketua Binpres Pengkot Gabsi Balikpapan Audy Kamagy, saat ini pesaing terberat yakni Samarinda. Yang mana sebelumnya Kukar yang dinilai memiliki atlet berpotensi tidak lagi sama seperti sebelumnya, akibat mutasi atlet.

Berbicara kendala, Hendrik menyebut sarana dan anggaran masih menjadi kendala utama. Yang sampai saat ini belum dipenuhi oleh pihak KONI. Selama ini, latihan digelar di GOR Tenis Balikpapan. Hanya, lokasi tersebut dianggap kurang nyaman bagi para atlet.

“Kemudian dana latihan juga. Sementara ini pengurus langsung yang menalangi. Padahal banyak biaya yang harus ditanggung. Sehingga kami berharap adanya solusi untuk hal ini,” pungkas Hendrik. (*/okt/ndy)