Kejuaraan provinsi (kejurprov) binaraga Kaltim mulai bergulir di Samarinda sejak Sabtu (18/12). Berlangsung di Sekretariat KONI Kaltim, Jalan Kusuma Bangsa, Samarinda, 60 peserta dari 10 daerah di Kaltim bersaing di 14 kelas lomba.

 

KETUA Pengurus Pusat (PP)Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Irwan Alwi mengatakan, binaraga adalah cabang olahraga (cabor) yang eksis sejak lama. Sudah ada sejak 1967. Kemudian menjadi peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) V/1969 di Surabaya.

"Dulu tergabung dengan angkat berat dan angkat besi. Sekarang terpisah dan berdiri sendiri. Setelah berdiri sendiri, terakomodasi di PBFI," kata dia, di sela-sela proses penimbangan bobot tubuh peserta kemarin. Yang menjadi sejak berdiri sebagai organisasi sendiri adalah munculnya nomor fitness. Sebab, komunitas fitness di Indonesia sangat banyak. Diharapkan ke depan nomor tersebut akan menjadi nomor prestasi.

"Saya melihat antusiasme di kejurprov ini sangat luar biasa, dari semua daerah mengirimkan atlet. Artinya sangat luar biasa, tadi juga sempat ngobrol-ngobrol dengan ketua PBFI Kaltim dan rencananya akan menggelar kejurnas (kejuaraan nasional) di Kaltim," kata dia.

Disinggung soal pembinaan Kaltim, salah satu tokoh olahraga di Bengkulu tersebut menilai Bumi Etam memiliki pembinaan yang sangat baik. "Kami tidak ragu terhadap pembinaan di Kaltim. Semenjak menjadi tuan rumah PON 2008 sampai sekarang, pembinaannya luar bisa. Kami pun telah mengusulkan dua atlet binaraga Kaltim untuk memperkuat Indonesia pada SEA Games di Hanoi," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PBFI Kaltim Jawad Sirajuddin menerangkan, event tingkat provinsi tersebut digelar sebagai pengganti kualifikasi pekan olahraga provinsi (pra-porprov). Seperti diketahui, pra-porprov disepakati untuk ditiadakan. "Jadi kami seleksi untuk Porprov 2022 lewat kejurprov ini,” jelas Jawad.

Baru setahun memimpin Pengprov PBFI Kaltim, dia menilai, banyak hal yang harus dibenahi. Mereka menargetkan, ke depan infrastruktur alat dan pembinaan bisa terpenuhi dengan baik. “Rencananya pada 2022 kami akan melaksanakan kejurnas," jelasnya.

Di sisi lain, ketua panitia pelaksana Elvyani NH Gaffar menerangkan, kejurprov binaraga tahun ini merupakan ajang perdana setelah PBFI terbentuk. Diharapkan ke depan binaraga bisa lebih semarak dan terus mampu menorehkan prestasi. "Seluruh kabupaten kota mengirimkan atlet dengan total peserta 60 orang akan berlaga di 14 nomor tanding. Hari ini (kemarin) melaksanakan technical meeting sekaligus timbang badan," tutupnya. (asp/ndy/k16)