Rencana pembangunan satu taman bermain di setiap kelurahan mulai digaungkan sejak pelantikan Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Wakil Wali Kota Rusmadi, akhir Februari 2021 lalu. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) jauh hari telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan se-Samarinda.

 

SAMARINDA–DLH Samarinda menginventarisasi lahan milik pemkot di masing-masing wilayah untuk keperluan pembangunan taman bermain. Sebagaimana tertuang dalam satu dari 10 visi-misi yang dibesut Andi Harun-Rusmadi.

Kepala DLH Samarinda Nurrahmani menuturkan, dalam pembangunan taman, pihaknya telah menerima masukan dari berbagai pihak. Seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda untuk membangun ruang publik terbuka ramah anak (RPTRA).

Nantinya taman tersebut bersifat aktif, sehingga bisa digunakan warga untuk beraktivitas. Bahkan ada saran untuk dilengkapi CCTV, hingga tanaman obat keluarga (toga). “Sebetulnya kami sudah membuat RAB (rencana anggaran belanja), tetapi dengan saran dari OPD lain tentu akan disesuaikan kembali,” ucapnya, Jumat (17/12).

Mengenai lokasi yang akan dibangun taman juga rata-rata mengambil kawasan perumahan yang telah menjadi aset pemkot. Taman ini juga nanti bisa berhubungan dengan program pemerintah lain. Seperti kampung tangguh atau kampung Keluarga Berencana (KB).

“Mengenai pemeliharaan juga diserahkan ke kecamatan-kelurahan, agar mengoordinasi warganya.  Tujuannya membangkitkan rasa memiliki,” sebutnya.

Yama–sapaan akrab Nurrahmani–menerangkan, mengenai anggaran sudah diplot sekitar Rp 2 miliar dari APBD 2022. Namun, agar semua titik terakomodasi akan disebar dalam bentuk penunjukan langsung (PL) dengan nilai kurang dari Rp 200 juta.

Pihaknya juga akan menyerahkan ke konsultan terkait landskap taman, dan berbagai kebutuhan arena bermain di sana. “Kan acuannya RPTRA, nanti konsultan menyampaikan ke warga tentang standar yang ada, sehingga bisa memberi masukan,” tutupnya.

Sebelumnya, Asisten II Samarinda Nina Endang Rahayu menyebut atas keterbatasan anggaran pemkot, pihaknya membuka ruang bagi perusahaan-perusahaan di Kota Tepian untuk bisa terlibat pembuatan taman. Melalui alokasi anggaran corporate social responsibility (CSR).

“Targetnya di 59 kelurahan, sehingga perusahaan bisa ikut berpartisipasi,” singkatnya, beberapa waktu lalu. (dns/kri/k8)