TANA PASER - Pembangunan jembatan timbang di Desa Rangan, Kecamatan Kuaro yang harusnya selesai 2021, ternyata molor lagi sampai 2023. Hal ini akibat refocusing anggaran di Kementerian Perhubungan tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Paser Inayatullah mengatakan, semula targetnya pada 2022 sudah bisa dioperasikan. Kebutuhan untuk selesai jembatan tersebut ialah Rp 20 miliar. Saat ini juga tengah berjalan pembangunan namun belum seberapa.

Balai Pelaksana Transportasi Darat (BPTD) mengucurkan Rp 5 miliar. Informasi dari BPTD sebagai pelaksana pembangunannya, progres saat ini tahap kedua telah dimulai. Yaitu pembangunan fisik jembatan, ditargetkan selesai akhir 2021. Sehingga harapannya dapat difungsikan pada 2022.

BPTD Kementerian Perhubungan diketahui mengucurkan Rp 5 miliar untuk Jembatan Timbang di Kecamatan Kuaro. Lokasinya pun harus sudah dibebaskan oleh pemerintah daerah melalui hibah. 

Paser dan Balikpapan termasuk beruntung karena di Kaltim hanya dua daerah itu yang mendapatkan alokasi pembangunan tersebut. Ini semua berkat hasil studi kelayakan yang telah di presentasikan ke Dirjen Perhubungan Darat.

“Nantinya pengelolaan jembatan ini langsung dikelola Kemenhub. Meskipun pasti tetap berkoordinasi dan kerja sama dengan Pemkab Paser,” kata Inayatullah, Kamis (16/12).

Dengan dibangunnya jembatan timbang ini, ia berharap, kerusakan jalan akibat muatan berlebih bisa berkurang. Tidak dipungkiri selama ini, muatan kendaraan yang melintas di Paser menjadi penyebab rusaknya jalan. Mulai dari komoditas sawit, logistic, dan lainnya.

Jika ditemukan kendaraan dengan beban angkutan yang melebihi batas. Maka petugas akan segera mengurangi barang bawaan. Adanya jembatan timbang tersebut nantinya juga akan meningkatkan PAD Paser. (jib/kri)