Pelaksanaan Pilkades Serentak 2021 di Penajam Paser Utara (PPU) juga jadi perhatian serius aparat keamanan. Hasilnya, aman terkendali.

 

APARAT kepolisian Polres PPU menurunkan 197 personel untuk mendukung pengamanan proses pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada 14 desa di PPU, Rabu (15/12). Selain kepolisian, Pemkab PPU melibatkan personel TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Pengamanan agenda demokrasi itu juga dibantu personel perlindungan masyarakat (linmas) DI masing-masing desa. “Dalam pelaksanaannya personel kepolisian telah ditempatkan di lokasi pemilihan  masing-masing desa. Jumlah personel disesuaikan  tingkat kerawanan di desa penyelenggara pemilihan,” kata perwakilan dari Polres PPU, Kompol Muhadi.

Ia menyampaikan itu saat zoom meeting bersama pihak Pemkab PPU berkaitan pemantauan kegiatan pilkades serentak. Dalam perhitungan cepat telah didapatkan nama-nama yang terpilih jadi kepala desa untuk periode 2021-2027.

Yaitu Hendro (incumbent) di Desa Girimukti, Asep (incumbent) di Desa Bukit Subur, Rahman di Desa Sesulu, dan Sarinah di Desa Apiapi. Sosok Sarinah ini merupakan satu-satunya kandidat perempuan yang kali ini terpilih menjadi kepala desa.

Selanjutnya, Yatiman Setiawan di Desa Bukit Raya, Junaidin di Desa Tengin Baru, Kasiyono (incumbent) di Desa Wonosari, Ismail Subli di Desa Babulu Laut, Abdul Zais (incumbent) di Desa Babulu Darat, dan Sunarto di Desa Rawa Muli.

Berikutnya, Tahyatul terpilih di Desa Sumber Sari, Sajidin di Desa Sebakung Jaya, Asep Sopandi di Desa Gunung Makmur, dan Surani (incumbent) kembali terpilih di Desa Sri Raharja.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab PPU Sodikin, kemarin, mengungkapkan,  ada beberapa hal yang menjadi perhatian serius bagi daerah. Salah satunya adalah seperti disampaikan Kemendagri terkait penerapan protokol kesehatan untuk mencegah kemungkinan terjadinya penyebaran virus corona.

Untuk mengantisipasi itu, kata Sodikin, Pemkab PPU sejak awal telah melakukan berbagai langkah strategis dengan melibatkan semua komponen. Tujuannya  agar terciptanya kondisi yang aman khususnya dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di daerah ini.

“Alhamdulillah protokol kesehatan ini kita sudah antisipasi sejak awal. Di mana para peserta dan masyarakat yang melakukan pencoblosan kami antisipasi, agar tidak berkerumun dengan melalui pembagian waktu kehadiran mereka di lokasi pemilihan,” jelas Sodikin.

Kemudian sejumlah desa di Kabupaten PPU juga telah menggunakan inovasi dengan memanfaatkan media sosial youtube sebagai penyampaian informasi terkait pilkades hingga hasil pemilihannya.

“Jadi dalam perhitungan suara hasil pemilihan peserta ataupun pemilih tidak perlu lagi ke lokasi, tetapi, cukup menyaksikan di media sosial yang ada,” bebernya. (ari/kri)