AMARINDA - Pemeriksaan tes menjadi upaya pencegahan penularan virus covid-19 lebih lanjut. Maka dari itu, swab tes polymerase chain reaction (PCR) menjadi upaya untuk menekan angka penularan karena hasil pemeriksaan akurat. 

Belakangan, kasus covid-19 di Kaltim bahkan Indonesia sudah menurun. Padahal Juli Agustus lalu, kasus covid-19 begitu tinggi. 

Maka dari itu, Kepala Laboratorium Kesehatan Kaltim Agus Joko P mengatakan, pihaknya memberikan kebijakan khusus.

"Kami informasikan  karena varian Omicorn berkembang 70 kali lebih cepat dari varian delta Sehingga perlu pelacakan lebih intensif di Kaltim," kata Joko, Sabtu (18/12).

Dia melanjutkan, dengan kondisi tersebut, ada kemudahan yang diberikan. Maka dari itu, pihaknya mengarahkan pelanggan yang periksa Rapid antigen di Laboratorium Kesehatan Provinsi Kaltim diperiksa menggunakan tes PCR dengan tarif tetap tarif antigen, yaitu Rp 75 ribu.

"Ini khusus kebijakan kami saja, salah satu upaya kami membantu Pemprov Kaltim menanggulangi peningkatan kasus," sambungnya.

Salah satu hal yang membuat masyarakat melakukan tes swab adalah perjalanan. Sebab, untuk terbang dengan pesawat udara persyaratannya harus negatif covid-19. Baik dengan metode swab antigen, ataupun swab PCR. 

Selain wajib negatif, transportasi udara juga menerapkan serangkaian protokol kesehatan ketat mulai dari bandara hingga di pesawat.

 Sejak masuk, pengunjung akan diskrining kesehatan awal seperti suhu badan, wajib mensterilkan tangan, dan harus memakai masker.  (nyc)