BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan sejak 26 November lalu telah launching penggunaan PeduliLindungi sebagai syarat pengunjung memasuki mal di Kota Beriman. Terpantau selama beberapa pekan, pusat perbelanjaan menerapkan aplikasi ini kepada pengunjung dengan baik dan ketat.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, penerapan aplikasi PeduliLindingi termasuk upaya melindungi warga dari pandemi Covid-19. “Otomatis menekan warga untuk menjalani vaksinasi dan membatasi kerumunan. Kita mulai menerapkan aplikasi PeduliLindungi,” sebutnya.

Dia menambahkan, Pemkot Balikpapan menyambut baik penggunaan aplikasi PeduliLindungi di fasilitas publik. Apalagi ini wujud Balikpapan siap menuju tatanan kehidupan normal baru. Terlebih fungsi utama aplikasi untuk skrining masyarakat dari berbagai aktivitas kegiatan.

“Seperti keagamaan, perdagangan, transportasi, pariwisata, bekerja di kantor, dan pendidikan di sekolah,” bebernya. Dia mengingatkan kepada warga Balikpapan, meski sudah mendapat vaksin hingga dosis kedua tetap selalu menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai aktivitas.

Seperti diketahui, pengunjung wajib melakukan scan QR PeduliLindungi sebelum masuk mal. Aplikasi PeduliLindungi ini mengidentifikasi status riwayat kontak atau kasus Covid-19, hingga status vaksinasi. Data ini bisa mendukung program penghentian penyebaran Covid-19.

Bahkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi tidak hanya di mal, melainkan perkantoran, dan objek wisata. Kabid Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan Zulkifli mengatakan, tiga fasilitas umum tersebut menjadi prioritas utama sebelum 24 Desember. 

Penerapan Aplikasi PeduliLindungi sebenarnya akan diterapkan di seluruh fasilitas umum. “Hanya saja masih secara bertahap. Ini kita mulai di mal yang memang sudah siap lebih dulu,” katanya. Kemudiaan saat ini telah berlanjut di perkantoran pemerintah, perbankan, dan sektor pariwisata.

Dia berharap, seluruh fasilitas umum juga terkoneksi dalam sistem aplikasi PeduliLindungi. Apalagi menjelang momen Natal dan tahun baru (nataru). “Jadi yang prioritas pusat perbelanjaan, perkantoran pemerintahan dan pariwisata dalam menghadapi Nataru itu yang kita wajibkan,” ujarnya. 

Nantinya tempat hiburan malam (THM) dan restoran juga wajib terkoneksi dengan sistem aplikasi PeduliLindungi. Pihaknya sudah berkoordinasi soal penerapan aplikasi tersebut. “Kami minta mereka juga mempersiapkan. Tidak ada yang keberatan, jadi semuanya siap,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kalimantan Timur (Kaltim) Aris Adriyanto mengatakan, semua mal di Benua Etam telah memiliki QR code masing-masing. “Total sudah 12 mal di Kaltim yang sudah terdaftar di Kementerian Kesehatan,” bebernya.

Dia menjelaskan, mal sudah siap menerapkan scan QR code aplikasi PeduliLindungi di semua akses masuk. Sebelumnya pengelola sudah berapa kali uji coba dan berjalan lancar. Launching PeduliLindungi di mal berlangsung di Plaza Balikpapan.

General Manager Plaza Balikpapan ini mengatakan, ada 11 pintu masuk di Plaza Balikpapan dan semua sudah terpasang QR code. “Prokes di setiap pintu masuk tetap akan berjalan dan tidak boleh dihilangkan. Kebiasaan kita dengan cuci tangan, pakai masker tetap harus dilakukan,” katanya.

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan. Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, keberadaan aplikasi ini sebagai tahap pengendalian yang baik dan menghemat tenaga sumber daya manusia yang mengawasi.

Jadi cukup menggunakan teknologi melalui PeduliLindungi. Termasuk di semua lokasi pelayanan publik. “Sebagai contoh kita mulai di perkantoran organisasi perangkat daerah sekarang sudah berjalan. Kita juga mulai di Balai Kota Balikpapan,” pungkasnya. (gel)