BALIKPAPAN – Penanganan Covid-19 di Kota Beriman terus mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Teranyar Kementerian Kesehatan mengganjar Balikpapan dengan penghargaan sebagai kabupaten/kota terbaik kategori testing, lacak, dan isolasi (TLI).

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty menuturkan, keberhasilan ini buah dari kerja keras dari seluruh pihak. Balikpapan dianggap aktif melaksanakan kegiatan TLI dalam upaya penanganan Covid-19. Ini juga tidak lepas dari perjuangan tenaga kesehatan yang tanpa pamrih dalam bekerja.

 

Pihaknya meyakini, upaya TLI yang baik akan memutus rantai penularan Covid-19. “Sehingga kami menjalankannya secara bersungguh-sungguh,” ucapnya. Walau imbasnya bisa memberi resiko semakin banyak testing dan pelacakan kontak erat kemungkinan kasus yang ditemukan akan meningkat. 

 

Menurutnya jika TLI rendah, maka kemungkinan kasus terlihat menurun sesaat. Namun itu palsu karena tidak menunjukkan kondisi nyata kasus di suatu daerah. Apalagi penularan tetap berjalan terus. “Kami tetap mengupayakan testing maksimal dan melacak kontak erat sesuai target nasional,” ungkapnya.

 

Adapun target nasional yakni setiap menemukan 1 kasus, maka perlu melacak 15 orang kontak erat dan melakukan testing. Dia berpendapat, jika semua kontak erat penularan kasus ditemukan sebanyak-banyaknya dan segera isolasi. Maka semakin cepat memutus rantai penularan.

 

Dia bersyukur, saat ini manfaat TLI mulai terasa dari kasus yang semakin menurun. Bahkan dalam sebulan terakhir rasio penularan (RO) mencapai titik terendah 0,0. “Artinya kita tidak menemukan penularan kasus dari satu orang ke orang lainnya yang membentuk kluster baik di keluarga, pekerjaan, dan lainnya,” sebutnya.

 

Sejauh ini, angka testing di Balikpapan terhitung masih yang tertinggi di Kaltim. Testing rate mencapai 10,34 persen per 10 ribu penduduk. Padahal standar WHO hanya 1 per 10 ribu penduduk. Tingkat testing ini tinggi dipengaruhi dari keberadaan bandara dan pelabuhan.

 

Mereka yang ingin berpergian harus melewati testing sebagai syarat perjalanan. Selanjutnya banyak pekerja masuk dan keluar lokasi yang wajib menjalani tes. Sehingga sebagian besar mereka yang terkonfirmasi positif terdeteksi saat akan melakukan perjalanan atau masuk kerja.

 

Tak hanya itu untuk menekan kasus, Pemkot Balikpapan terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi di Kota Beriman. Teranyar capaian vaksinasi sudah 98 persen untuk dosis 1. Targetnya hingga akhir tahun memenuhi 100 persen seluruh warga mendapat vaksinasi. Sedangkan capaian vaksinasi dosis 2 sebesar 79,29 persen.

 

“Sementara vaksinasi anak akan menjadi sasaran baru,” imbuhnya. Data cakupan vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini tidak akan bergabung dengan capaian vaksinasi yang sudah berjalan saat ini. Vaksinasi anak kembali berlangsung pada Sabtu (18/12) di BSCC Dome.

 

Target sasaran sebanyak 1.500 peserta selama waktu pelaksanaan pukul 08.00 – 15.00 Wita. “Karena banyaknya permintaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun, maka jadwalnya dipercepat,” tuturnya. Syarat mengikuti vaksin, peserta wajib didampingi orangtua atau wali.

 

Hal yang penting, setidaknya minimal sudah berjarak dua minggu setelah menerima vaksin bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) atau vaksin yang lain. “Pastikan jarak vaksinasi anak dengan imunisasi sebelumnya karena ada program BIAS. Tolong orangtua memperhatikan,” ucapnya.

Jika jadwal antar vaksin Covid-19 dan BIAS saling bersamaan, maka anak lebih diutamakan mengikuti vaksinasi BIAS yang rutin terlebih dahulu. Kemudian menunggu 2-4 minggu setelah imunisasi, anak bisa mendaftar lagi untuk vaksinasi Covid-19. (gel)