BALIKPAPAN – Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), target sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Balikpapan sebanyak 81.404 anak. Ada pun dari jumlah tersebut, 67.800 anak berada di jenjang sekolah. Artinya sekitar 13.604 anak perlu mendapat vaksinasi di luar sekolah.

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan akan berkoordinasi dengan berbagai instansi yang mengetahui keberadaan anak-anak di luar sekolah. Ini sesuai arahan Kementerian Kesehatan. Misalnya koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk anak yang berada di jenjang SD.

Kemudian dengan Kementerian Agama untuk anak-anak yang berada di Madrasah Ibtidaiyah. “Serta Dinas Sosial untuk anak-anak yang mungkin tidak bersekolah karena berbagai sebab dan latar belakang,” kata Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty. 

Contohnya anak berkebutuhan khusus (ABK), anak terlantar, anak yang berhadapan dengan hukum, anak yang berada di panti asuhan, dan sebagainya. Sehingga bisa saja ada anak-anak yang tidak di sekolah. “Kita harus memperluas kerja sama supaya semua anak dapat vaksin,” sebutnya.

Dia mengaku, koordinasi sudah dilakukan sejak kick off vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang berlangsung di sentra vaksinasi BSCC Dome, Rabu (16/12). Kini pihaknya masih menunggu pendataan anak dari instansi-instansi tersebut. “Mungkin tidak butuh waktu lama sudah bisa mulai Senin depan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Purnomo mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan DKK. Saat ini, Dinas Sosial sedang menyiapkan data anak yang dibutuhkan. “Tidak terpusat di satu tempat seperti anak sekolah. Jadi kita siapkan datanya dulu,” imbuhnya.

Termasuk melakukan pendataan di mana saja lokasi anak, jumlah anak, hingga memastikan keberadaannya. “Nanti kami yang cari informasinya mulai anak terlantar, anak yang berhadapan dengan hukum, anak di pesantren dan panti asuhan yang mereka memang tidak tercover di sekolah,” sebutnya.

Ketika pendataan sudah selesai, secepat mungkin akan diserahkan kepada DKK untuk mekanisme pemberian vaksin. “Kami hanya siapkan data dan mencari lokasi anak, nanti dinas kesehatan yang mengatur jadwal dan melaksanakan vaksinasi,” tutupnya. (gel)