BALIKPAPAN – Pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun resmi berlangsung di Kota Beriman, Rabu (15/12). Launching kegiatan dilakukan langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. Berlokasi di sentra vaksinasi Dome, target sasaran dalam satu hari sebanyak 1.550 anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, vaksinasi anak baru dapat berjalan setelah capaian vaksinasi usia 12 tahun ke atas sebesar 70 persen. Selain itu, vaksinasi anak menunggu persetujuan BPOM, Ikatan Dokter Anak Indonesia, dan surat keputusan menteri kesehatan.

Berdasarkan surat yang diterima Senin (13/12), Balikpapan ditetapkan turut menjalankan kick off vaksinasi anak usia 6-11 tahun pada Selasa (14/12). Namun karena pengumuman yang mendadak, pihaknya masih melakukan persiapan hingga akhirnya kegiatan harus mundur sehari.

Ini membuat Balikpapan menjadi kota pertama di Kaltim yang melakukan kick off vaksinasi anak. Ada pun peserta yang mengikuti kick off merupakan siswa SD 013 dan SD 014 Balikpapan Selatan. Selain karena lokasi sekolah yang dekat dengan sentra vaksinasi Dome, kondisi guru dan orangtua siap untuk hadir.

“Cukup cepat proses persiapannya hanya sehari. Alhamdulillah semua antusias datang,” sebutnya. Perempuan yang akrab disapa Dio ini menjelaskan, berdasarkan data Disdukcapil, total sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Balikpapan sebanyak 81.404 orang.

Mereka mendapat suntikan vaksin jenis Sinovac dengan dosis 0,5 mililiter di lengan seperti dosis untuk dewasa. Dia menyebutkan, Sinovac dipilih karena menyesuaikan hasil penelitian dianggap aman untuk anak. Tidak menutup kemungkinan suatu saat bisa diberikan jenis vaksin lain apabila proses penelitian sudah rampung.

Saat ini, stok vaksin Sinovac akan diarahkan seluruhnya untuk vaksinasi anak. Semetara untuk vaksinasi dewasa menggunakan Moderna, Pfizer, dan AstraZeneca. Dia menambahkan, layanan vaksinasi anak usia 6-11 tahun juga akan berjalan di puskesmas dan sentra vaksinasi setiap Selasa dan Kamis.

Selain puskesmas, vaksinasi anak juga bisa dilakukan di sentra vaksinasi Dome dan Gedung Kesenian. Mengingat saat ini masuk masa libur siswa sekolah. “Jadi orangtua tidak usah khawatir, anak bisa mendapatkan vaksinasi di puskesmas dan sentra vaksinasi,” imbuhnya.

DKK Balikpapan juga memberi kesempatan bagi sekolah yang ingin melaksanakan vaksinasi terpadu di sekolah. “’Silakan menghubungi puskesmas wilayah, tim dapat datang ke sekolah,” tuturnya. Target vaksinasi anak usia 6-11 tahun rampung pada Februari. Selanjutnya anak akan mendapat imunisasi campak rubella yang rutin.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, kick off ini merupakan tahap permulaan. Dia bersyukur beberapa kabupaten/kota sudah boleh melakukan vaksinasi anak, salah satunya Balikpapan. “Ini ikhtiar untuk melindungi kesehatan warga Balikpapan mulai dari dewasa sampai anak-anak,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan ini mendapat dukungan semua pihak. Rahmad mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang mendukung vaksinasi. Terlihat dari antusiasme dan angka capaian vaksinasi sebesar 97,9 persen untuk dosis 1. “Harapan kita target 100 persen bisa segera terpenuhi,” tegasnya.

Apalagi Balikpapan baru saja mendapat penghargaan karena ditetapkan sebagai kota terbaik dalam testing lacak dan isolasi dari Kementerian Kesehatan. Menurutnya ini tidak lepas dari perjuangan tenaga kesehatan tanpa pamrih menyelesaikan tugas. “Kita tidak boleh lalai, jangan sampai kasus pandemi naik lagi,” tutupnya. (gel)