BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan tetap membuka objek wisata selama natal dan tahun baru (nataru). Contohnya Pantai Manggar. Meski kapasitas pengunjung akan dibatasi sebesar 50 persen untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan.

 

Kepala UPTD Pantai Manggar Rusliansyah menuturkan, pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan menghadapi nataru. Namun tetap menunggu arahan dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Nantinya selama momen nataru 24 Desember hingga 2 Januari, Pantai Manggar akan beroperasi seperti biasa.

 

“Kita koordinasi dengan wali kota, Pantai Manggar tetap buka. Tapi untuk malam tahun barunya ditutup,” sebutnya. Rusli menambahkan, selama nataru beberapa hari yang padat kunjungan terjadi pada 24 – 25 Desember, 31 Desember, dan puncak kunjungan pada 1 Januari. 

 

Maka dalam empat hari tersebut akan ada pengamanan lebih dari hari biasa. “Selama nataru, tim pengamanan kurang lebih 200 orang,” tuturnya. Ada pun personel gabungan melibatkan Kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Ditpolairud Polda Kaltim, Basarnas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga Koramil.

 

Dia menjelaskan, operasional Pantai Manggar selama nataru akan mendongkrak pendapatan cukup besar. Walau pengunjung masih terbatas, setidaknya tetap beroperasi, tidak seperti dua tahun terakhir harus tutup akibat kasus Covid-19 melonjak kala itu.

 

Rusli memprediksi, jumlah kunjungan bisa mendongkrak pendapatan sebesar Rp 500 juta hanya dalam sepekan nataru. Jika hari biasa, pendapatan ini baru bisa tercapai selama satu bulan. “Kalau kondisi biasa sepekan hanya sekitar Rp 100 jutaan pendapatannya,” imbuhnya.

 

Akibat ada pembatasan pengunjung, pihaknya akan memberlakukan buka tutup pintu masuk pada objek wisata yang berlokasi di Balikpapan Timur tersebut. Petugas juga akan tetap melakukan pemeriksaan suhu badan dan penerapan aplikasi PeduliLindungi.

 

Setiap pengunjung wajib menggunakan aplikasi sebagai syarat masuk Pantai Manggar. “Harus pakai scan barcode QR di depan loket, ini sudah berjalan sejak launching PeduliLindungi di mal. Jadi langsung kita laksanakan juga pelan-pelan. Mulai kita umumkan agar masyarakat tahu," imbuhnya.

 

Kepala Satpol PP Zulkifli mengatakan, tempat wisata dan perbelanjaan wajib menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Tujuannya agar terlihat riwayat berpergian pengunjung kemana saja. "Saya ingatkan pengelola pantai dan masyarakat untuk taat. Kalau masih tidak menerapkan, maka terpaksa kita tutup karena tidak memenuhi syarat," pungkasnya. (gel)